“Weird Al” Yankovic

Dilahirkan dengan nama Alfred Matthew Yankovic, ia mendapat julukan “Weird Al” karena kaca mata yang dipakainya menimbulkan kesan “nerd”. Kenyataannya, ia masuk sekolah setingkat di atas anak-anak seusianya dan masih mampu mencetak nilai akademik sempurna. Ia juga diarahkan belajar akordion dan musik polka, yang secara bercanda disebutnya sebagai “warisan keluarga” (salah satu musisi polka terkenal bernama Franky Yankovic, meski ia tidak berhubungan darah dengan Al). Saat di perguruan tinggi, ia iseng-iseng membuat parodi (pelesetan) lirik lagu My Sharona (The Knack) menjadi My Bologna. Lagu yang direkam Al dengan iringan akordion ini dikirimkan ke acara radio yang dibawakan Dr. Demento, seorang komedian. Lagu ini ternyata sukses, dan bahkan mendapat sambutan baik dari penulis aslinya, The Knack. Sejak itulah Al mulai berpikir untuk serius meniti karier sebagai musisi khusus lagu-lagu parodi.

Meskipun membawakan lagu-lagu parodi dan lagu berlirik komedi original, Al tetap serius membawakannya. Dia selalu meminta izin kepada artis aslinya sebelum merekam parodinya, meskipun itu tidak diwajibkan secara hukum. Lirik pelesetannya tidak memasukkan unsur seks dan kekerasan, meskipun beberapa kali sempat menyinggung etnis tertentu, seperti lagu Amish Paradise (parodi dari Gangsta’s Paradise). Beberapa kali Al menemui hambatan untuk memarodikan beberapa lagu, seperti lagu Ammish Paradise tadi, yang ternyata tidak disetujui oleh Coolio. Terakhir, lagu You’re Pitiful, yang merupakan parodi dari lagu You’re Beautiful (James Blunt) telah mendapat izin dari penyanyi aslinya dan telah selesai direkam untuk album Straight Outta Lynwood. Namun, di saat terakhir, label Atlantic Records yang menaungi Blunt menolak memberikan izin sehingga Al terpaksa menarik lagu itu dan menunda peredaran albumnya untuk merekam lagu pengganti.

Secara umum, hubungan Al dengan artis lain terjalin baik. Sebagian besar artis bahkan senang lagunya diparodikan oleh Al, karena itu berarti lagu mereka cukup dikenal di masyarakat. Grup Nirvana pernah menyatakan bahwa mereka baru percaya bahwa mereka cukup terkenal setelah lagu mereka Smells Like Teen Spirit diparodikan oleh Al dengan judul Smells Like Nirvana. Karier Al yang dimulai tahun 1979 terbukti mampu bertahan selama 30 tahun, melampaui beberapa artis yang diparodikannya, seperti Men without Hats (Safety Dance, diparodikan menjadi The Brady Bunch), The Knack, dan Toni Basil (Mickey diparodikan menjadi Ricky). Popularitasnya sebagai artis parodi sempat menimbulkan kesulitan sejak merebaknya internet dan music sharing, karena hampir semua lagu parodi yang beredar di internet dianggap sebagai lagunya, sementara lagu itu memuat lirik yang kurang etis dan bertentangan dengan prinsip Al.

Michael Jackson…Gone Too Soon

Bagaikan tidak percaya, saat mendengar berita kematian Michael Jackson, tanggal 25 Juni 2009 lalu. Sang penyanyi yang terkenal dengan julukan King of Pop ini sudah terkenal dengan berita-berita sensasional, membuat kematiannya sempat disangka sebagai hoax. Seperti halnya kematian bintang besar seperti Elvis Presley, Marilyn Monroe, Kurt Cobain, atau Presiden Kennedy, kematian Jacko menyisakan banyak pertanyaan seputar penyebabnya. Untuk sementara, penyebab kematian dinyatakan sebagai serangan jantung, namun masih ada kontroversi seputar penggunaan obat, dan kemungkinan stress yang menimpa sang bintang.

Meski lama tidak merilis album sejak tahun 2001 (Invicible), dan prestasinya tak secemerlang era 80an, Jacko tetaplah seorang megabintang dengan segala atribut selebritasnya. Menyanyi sejak usia 6 tahun sampai meninggal di usia 50, Jacko memang entertainer sejati. Berjaya bersama keempat saudaranya lewat The Jackson Five, diekade 80an melihatnya sebagai megabintang lewat album Off the Wall, Thriller (yang terjual 50 juta kopi), dan Bad. Dekade 90an melihat Jacko mulai surut, meskipun masih menikmati sukses lewat album Dangerous, HIStory, dan Blood on the Dance Floor, namun masih jauh dari kesuksesannya di era 80an.

Di tahun 2001, Jacko merilis Invicible, yang secara kualitas maupun komersial tidak sebaik album-album sebelumnya. Jacko pun tak mampu menandingi kabar-kabar negatif di seputar kehidupan pribadinya dengan prestasinya di bidang musik. Belum lagi kabar tentang dirinya yang akhir-akhir ini terlilit utang, menyusul kabar comebacknya ke atas panggung yang direncanakan menjelang kematiannya.

Karier musiknya yang gemilang harus ditebus dengan kehidupan pribadinya yang berantakan. Kehilangan masa kecilnya membuat Jacko menjadi pribadi yang tertutup dan menarik diri. Pernikahannya dua kali gagal, dan kini ketiga anaknya harus kehilangan sang ayah. Seribu pertanyaan akan tetap menggantung setelah kematian Jacko, ditambah sikapnya yang misterius membuat banyak hal akan tetap menjadi spekulasi. Bgaaimanapun juga, warisannya terhadap dunia musik akan selalu abadi. Selamat Jalan, Jacko!