Posted in Musik

Urip Ariyanto a.k.a. Mbah Surip


Akhirnya, menulis juga tentang Mbah Surip. Bisa dikatakan akhirnya, karena beliaunya memang sudah meninggal tanggal 4 Agustus 2009 pukul 10.30 WIB di RS Pusdikkes Jakarta Timur. Banyak spekulasi seputar kematiannya, seperti halnya kematian orang terkenal lainnya, namun faktanya hanya satu: Urip Ariyanto a.k.a. Mbah Surip sudah meninggal titik.

Sosok Mbah Surip memang fenomenal, namanya melejit dalam waktu relatif singkat. Album dan lagu Tak Gendong menjadi hit di mana-mana dan konon menghasilkan pemasukan 4 miliar lebih, meski belum jelas berapa yang akan diterimanya. Meskipun ia sudah lama bermusik, mengamen, menggelandang, dan merilis beberapa album independen, yang konon dijajakan di WC-WC Umum.

Latar belakangnya tak kalah misterius. Tahun lahirnya bervariasi, antara 1949, 1960, 1963, sampai 1969, yang membuat rentang usianya antara 40-60 tahun. Belakangan, dikonfirmasi bahwa kampung halamannya di Mojokerto, bahwa ia berpisah dengan istrinya via surat, dan anaknya yang berusia 25 tahun sebenarnya akan menikah tanggal 16 Agustus 2009. Menurut pengakuannya, ia lulusan Doktor (atau MBA?) di beberapa universitas dan pernah bekerja di sektor perminyakan (atau pertambangan?), menjadi bosan, dan akhirnya menggelandang sampai menjadi terkenal. Belakangan, pihak keluarga menyatakan bahwa ia pernah menjadi calo tiket bioskop sebelum menjadi musisi. Rambutnya yang gimbal konon terinsipirasi Tony Rastafara, musisi jalanan, untuk membentuknya sempat diguyur cat oleh seniman ancol, dan mengeramasinya dengan shampoo untuk kucing.

Dalam hal bermusik, Mbah Surip melejit dengan lagu-lagu berlirik jenaka seperti yang pernah dilakukan Gombloh, PSP, PMR, Bill & Brod, Padhyangan, Project Pop, dan juga Iwan Fals serta Slank. Berbicara tentang Gombloh, ada kesamaan denan Mbah Surip. Keduanya sama-sama punya penampilan khas, musik dan lirik yang jenaka, dan sama-sama meninggal di puncak ketenarannya. Gombloh meninggal di tahun 1986 setelah populer lewat lagu Kugadaikan Cintaku dan Apel. Selamat jalan Urip Ariyanto. Biarkan kami mengenangmu sebagai Mbah Surip yang apa adanya, selalu rendah hati dan tidak silau dengan ketenaran, semoga diterima semua amalnya dan diampuni semua dosanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s