Posted in Film, Lawnosta, Musik

Burung Merak itu Telah Terbang


Baru saja kita dikejutkan dengan meninggalnya Mbah Surip, dua hari kemudian kita kehilangan lagi sosok seniman (yang jauh lebih) besar, Willibrordus Surendra Broto alias Wahyu Sulaiman Rendra, yang dikenal dengan WS Rendra. Kita baru disadarkan akan kondisi seniman yang terkenal dengan julukan Burung Merak ini gara-gara wasiat Mbah Surip yang ingin dimakamkan di kompleks Bengkel Teater, dan bahwa Rendra tidak bisa menghadiri pemakaman Mbah Surip disebabkan kondisinya yang sedang opname di rumah sakit. Ternyata, hanya berselang dua hari kemudian Beliaunya sendiri menyusul sahabatnya menghadap Yang Maha Kuasa.

Rendra dikenal sebagai seniman serbabisa. Lebih dulu mencuat sebagai Penyair, juga berkiprah di teater lewat Bengkel Teaternya, pernah membintangi film Al Kautsar, dan terlibat dalam proyek musik Kantata sebagai penulis lirik.Sebagaimana puisi-puisinya yang sering bernada tajam mengritisi rezim yang sedang berkuasa, Rendra sering terjun dalam kegiatan politik dan kemasyarakatan. Tak terasa beliau sudah menginjak usia 74 tahun, dan seolah tak tergantikan oleh yang lain.

Penulis terkenang saat pertama kali berlatih membaca puisi untuk sebuah lomba waktu duduk di kelas empat SD. Puisi itu berjudul Balada Terbunuhnya Atmo Karpo, karya Rendra. Penulis tidak pernah mengikuti satupun lomba baca puisi, namun puisi itu secara tidak langsung mengilhami Penulis untuk mulai menulis puisi saat SMP, meskipun saat ini pun sudah mulai jarang. Saat belajar sastra di SMP, Rendra juga termasuk salah satu yang digolongkan angkatan 50-an, yang berarti sudah 50 tahun lebih berkiprah di dunia sastra Indonesia. Saat munculnya Kantata Takwa di tahun 1990, yang lirik lagu-lagunya sebagian ditulis oleh Rendra semakin menguatkan eksistensinya di mata masyarakat. Saat menjadi mahasiswa, kesempatan untuk menyimak karya-karyanya semakin terbuka dengan membaca buku-buku kumpulan puisi Rendra koleksi teman.

Selamat Jalan Rendra, semoga kepergianmu menginspirasi generasi mendatang untuk mengepak sayap burung merak (ataukah rajawali) semakin tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s