Posted in Musik

Lima Artis Penyanyi yang Dilupakan Jangan


Mana yang dipilih antara mempunyai karier pendek yang mengesankan dengan karier panjang tapi biasa-biasa saja? Di dunia hiburan, khususnya dunia musik, persaingan antarartis penyanyi sangat ketat dan sangat memungkinkan satu artis yang hari ini sangat terkenal dan melahirkan banyak hit dalam waktu beberapa tahun kemudain sudah tidak terdengar lagi. Untuk sebuah grup band yang di dalamnya terdiri atas beberapa personal yang tentunya mempunyai ego masing-masing, biasanya karier mereka bisa terhenti atau terhambat karena perpecahan antarpersonal yang berakibat bubar atau pecahnya grup yang bersangkutan. Berikut ini beberapa grup musik yang pernah mempunyai karier yang mengesankan, namun hanya berusia singkat:

  1. Mr.Mister
    Grup ini dibentuk tahun 1982 oleh Richard Page (bass) dan Steve George (keyboard), yang kemudian dilengkapi oleh Pat Mastelotto (drum) dan Steve Farris (gitar). Album pertama mereka, I Wear the Face (1984) dan singel Hunters of the Night hanya mencapai posisi 170 dan 57 di Billboard Chart. Namun, album kedua mereka, Welcome to the Real World (1985) sukses menembus posisi pertama. Lagu Broken Wings dan Kyrie mencapai nomor satu, dan Is It Love mencapai posisi tujuh.Kejayaan mereka tak berlangsung lama. Album berikutnya, Go On…(1987) hanya mencapai posisi ke-55 dan singel Something Real (Inside Me/Inside You) di posisi ke-29.  Album keempat mereka, Pull, tidak pernah dirilis dan Mr Mister bubar di tahun 1989.
  2. Wilson Phillips
    Grup vokal ini dibentuk oleh dua bersaudara, Carnie dan Wendy Wilson, putri dari musisi Brian Wilson (The Beach Boys), dan Chynna Phillips, putri dari pasangan John dan Michelle Phillips (The Mamas and the Papas). Bakat musik yang mengalir dalam diri mereka diwujudkan dengan dirilisnya album Wilson Phillips (1990) yang sebagian besar lagunya mereka tulis sendiri bersama produser Glen Ballard. Album perdana mereka itu berhasil menduduki posisi dua dan melahirkan tiga hit nomor satu, Hold On, Release Me, dan You’re in Love. Dua lagu lain, Impulsive menduduki posisi empat, dan The Dream Is Still Alive menduduki posisi kedua belas.
    Lagi-lagi kesuksesan mereka tidak bertahan lama. Album kedua mereka, Shadows and Light (1992) berhasil menduduki posisi keempat dan singel You Won’t See Me Cry menduduki posisi kedua puluh. Namun, hasil itu sangat jauh daripada pencapaian album pertama. Tak lama setelah itu, Wilson Phillips bubar.Mereka akhirnya berkumpul lagi di tahun 2000 dan merilis album ketiga, California (2004) yang sepenuhnya berisi lagu-lagu hit klasik dari artis lain.
  3. Wham!
    Dibentuk tahun 1981 oleh George Michael dan Andrew Ridgeley, duo ini menjadi highlight musik tahun 80-an lewat album-albumnya, Fantastic (1982) dan Make It Big (1984). Album pertama mereka, Fantastic (1982), menjadi nomor satu di Inggris dan hit-hit seperti Wham Rap (Enjoy What You Do), Young Guns (Go for It), Bad Boys, dan Club Tropicana menjadi hit top 10. Make It Big (1984) menandai sukses mereka di Amerika Serikat dengan hit-hit seperti Wake Me Up Before You Go Go, Careless Whispers, Freedom, Everything She Wants, dan Last Christmas. Namun, tahun 1986, mereka memutuskan untuk bubar setelah menggelar konser perpisahan bertajuk Wham! The Final. Album terakhir mereka, Wham! The Final (1986), yang dirilis di Amerika dengan judul Music at the Edge of Heaven masih mencetak hit seperti I’m Your Man, A Different Corner, dan The Edge of Heaven.George Michael kemudian sukses sebagai artis solo dengan album seperti Faith (1987), Listen Without Prejudice Volume 1 (1990), dan Older (1995).
  4. The Buggles
    Grup ini dibentuk oleh Trevor Horn (vokal, bass), Geoffrey Downes (keyboard), dan Bruce Wolley di tahun 1977.  Namun, menjelang rilis singel pertama mereka, Video Killed the Radio Star, Woolley mengundurkan diri. Lagu itu menjadi hit nomor satu di Inggris dan video klipnya menjadi video pertama yang dimainkan oleh channel musik MTV di saat siaran perdananya di tahun 1981. Album The Age of Plastic digarap saat grup ini menjalani tur promosinya, menduduki posisi ke-27 di Inggris. Saat mengerjakan album keduanya,  Adventures in Modern Recording, di tahun 1980, grup rock progresif Yes  sedang rekaman di studio yang bersebelahan. Horn dan Downes yang merupakan fans berat Yes menawarkan lagu ciptaan mereka ke grup, yang sedang kebingungan karena ditinggalkan vokalis dan keyboardis mereka Jon Anderson dan Rick Wakeman.Akhirnya Horn dan Downes malah diajak bergabung dengan Yes menggantikan Anderson dan Wakeman. Hasilnya, album Drama (1980) pun dirilis dan berhasil menduduki posisi kedua di Inggris. Formasi ini kemudian merampungkan tur yang juga sukses. Namun, penerimaan fans terhadap Horn dan Downes kurang menggembirakan, sehingga Yes pun bubar usai tur. Downes kemudian bergabung dengan supergrup Asia sampai hari ini. Album kedua The Buggles diselesaikan Horn bersama beberapa musisi lain. Album kedua ini gagal mengulangi sukses album pertama. Horn pun membubarkan The Buggles dan menjadi produser yang sukses sampai sekarang.
  5. 4 Non Blondes
    Dibentuk pada tahun 1989 oleh Linda Perry (vokal), Shauna Hall (gitar), Christa Hillhouse (bass), dan Wanda Day (drum). Menjelang rilis album perdana mereka, Bigger, Better, Faster, More! di tahun 1992 Hall digantikan Roger Rocha dan Day digantikan Dawn Richardson. Mereka mencetak hit What’s Up? di tahun 1993 yang menduduki posisi pertama di Jerman dan Belanda, nomor 2 di Inggris, dan nomor 14 di Amerika. Grup ini bubar pada tahun 1994 saat merekam album kedua mereka, yang akhirnya tidak terselesaikan.Linda Perry kemudian bersolo karir dan menjadi produser dan penulis lagu untuk Christina Aguilera (Beautiful), Alicia Keys (Superwoman), Pink (Get the Party Started), dan Gwen Stefani (What You Waiting for).

BONUS:

Milli Vanilli

Duo bentukan produser Frank Farian yang terdiri atas Rob Pilatus dan Fabrice Morvan ini menggebrak percaturan musik di alhir 80-an dengan hit-hit seperti Girl You Know It’s True, I’m Gonna Miss You, Baby Don’t Forget My Number, dan Blame It on the Rain (tiga lagu terakhir menduduki posisi pertama di Amerika). Puncaknya saat merela memenangkan Grammy untuk Best New Artist.  Saat tampil untuk MTV (live), tape nyanyian mereka “nglokor” dan membuat mereka menghentikan penampilan mereka. Beberapa saat kemudian, produser Frank Farian mengumumkan bahwa Rob dan Fab tidak menyanyikan satupun lagu dalam album Milli Vanilli. Rupanya, Rob dan Fab berkeras menggunakan suara mereka sendiri dalam album kedua Milli Vanilli yang sedang dikerjakan. Publik marah, membuang semua album mereka dan menuntut penghargaan Grammy mereka dicabut.

Album itu akhirnya dirilis dengan judul Moment of Truth di bawah nama The Real Milli Vanilli dan menampilkan penyanyi ‘yang sebenarnya’: Brad Howell, John Davis, Ray Horton, Gina Mohamed, dan sang produser Frank Farian sendiri. Rob dan Fab kemudian merilis album Rob & Fab menggunakan suara mereka sendiri. Keduanya tidak mampu menyamai sukses album Milli Vanilli pertama, dan akhirnya proyek selanjutnya dibatalkan.

2 thoughts on “Lima Artis Penyanyi yang Dilupakan Jangan

  1. hmm ga tau smuanya,, pnyanyi yg mna tuh? cma tau linda perry ajja yg blakangan suka krjasama bareng penyanyi brsuara keras christina aguilera,, hebat tuh berdua sering nongol di grammy,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s