a-ha…Kami pun Bubar!

Setelah grup musik Toto membubarkan diri, satu lagi band era 80-an, a-ha, mengumumkan pembubaran dirinya pada tanggal 15 Oktober 2009. Trio asal Norwegia yang dibentuk tahun 1982 ini melejit lewat hit Take on Me, yang menduduki posisi puncak di Amerika di tahun 1985. Video musiknya yang menggunakan teknik animasi “sketsa pensil” ini sempat menguasai MTV dan memborong 6 penghargaan MTV Video Music Award 1985. HIt kedua mereka, The Sun Always Shines on TV, menduduki posisi puncak di Inggris dan masuk Top 20 di Amerika. Sempat menghilang sejak merilis album Memorial Beach (1993), mereka kembali di tahun 2000 lewat album Minor Earth | Major Sky. Walaupun tidak lagi sepopuler di era 80-an, terutama di Amerika, a-ha tetap eksis di Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Album terakhir mereka, Foot of the Mountain (2009) mengembalikan mereka ke Top 10 di Inggris, menduduki posisi kelima.
Disinyalir, perbedaan visi musikal antara Paul Waaktar-Savoy (gitar) dan Morten Harket (vokal) bersama Magne Furuholmen (kibor) memicu keputusan pembubaran ini. Sebelum resmi membubarkan diri akhir tahun depan, a-ha akan mengadakan tur dunia perpisahan selama 13 bulan yang ditutup dengan konser di Oslo, Norwegia pada tanggal 3 dan 4 Desember 2010.

UPDATE: Karena “tergoda” oleh tawaran manggung di Rock in Rio 2015, a-ha akhirnya bereuni, merilis album baru berjudul Cast in Steel dan melakukan tur. Apakah reuni ini akan terus berlanjut masih belum bisa dipastikan.

Why Should I Cry for You?

Selain Fields of Gold, ini adalah lagu Sting favorit Penulis. Sebagai bagian dari album The Soul Cages (1990) yang bertemakan kematian (ayah Sting meninggal sebelum pembuatan album ini), Why Should I Cry for You? merupakan lagu pertama yang ditulis pada sesi The Soul Cages dan banyak menggunakan metafora tentang pelayaran untuk melukiskan kesepian dan penderitaan. Berulang kali Sting melukiskan penyesalan seputar hubungannya dengan sang ayah, kesedihan, dan kemarahannya, dan akhirnya, (What would you want me to? What Would it mean to say that I love you in my fashion?) melukiskan penolakan dan rasa sayang yang tak berbalas.

Waktu mendengar lagu ini untuk pertama kali, Penulis mau tidak mau langsung teringat pada lagu lain yang juga cukup populer di tahun 1986, I’ll Be Over You dari Toto. Silakan simak kemiripan kedua lagu itu di bawah ini:

Why Should I Cry for You?
Written by Sting

Under the dog star sail
Over the reefs of moonshine
Under the skies of fall
North, north west, the stones of Faroe

Under the Arctic fire
Over the seas of silence
Hauling on frozen ropes
For all my days remaining
But would north be true?

All colors bleed to red
Asleep on the ocean’s bed
Drifting in empty seas
For all my days remaining

But would north be true?
Why should I?
Why should I cry for you?
Dark angels follow me
Over a godless sea
Mountains of endless falling,
For all my days remaining,

What would be true?

Sometimes I see your face,
The stars seem to lose their place
Why must I think of you?
Why must I?
Why should I?
Why should I cry for you?
Why would you want me to?
And what would it mean to say,
That, “I loved you in my fashion”?

What would be true?
Why should I?
Why should I cry for you?