Posted in Musik

Lirik-lirik “Teraneh” Lagu Indonesia (Jadul)


Menyambung ide tulisan The Worst Lyric Ever, tentang kompilasi lirik Indonesia yang diangap “aneh” (untuk tidak mengatakan buruk). Penulis terpikir tentang beberapa lirik lagu dari era 80-an dan 90-an yang sampai hari ini masih terngiang beberapa baris lirik yang terdengar aneh, namun masih jauh dari kriteria “buruk”. Apalagi dibandingkan lirik lagu-lagu populer masa kini (suara, dengarkanlah aku… wth?) yang membuat baris-baris lirik berikut ini jadi demikian puitis.

Beberapa pencipta lagu memang terkenal dengan lirik-lirik nyeleneh, dengan cirinya masing-masing: Dodo Zakaria, Andi Mapajalos, Oddie Agam, namun Anda akan menemui penulis lirik yang cenderung puitis pun kadang-kadang menulis lirik yang “aneh” seperti Katon Bagaskara. Silakan para pembaca menyimak, dan masukan dalam bentuk apapun akan selalu disambut baik (gunakan ruang komentar di bawah):

  1. … Walau kamu, tak semancung, gunung-gunung di belahan bumi pertiwi …” (Ada Kamu, dipopulerkan Hari Moekti, lirik oleh Andi Mapajalos): bicara tentang hiperbolik…
  2. … Seandainya pada saat itu, usiaku telah mencukupi, tak tahu apa yang terjadi, denganmu, dan dengan diriku, entah kini mungkin bersatu dalam cinta …” (Kamu, oleh Tito Soemarsono): mungkin Tito terobsesi dengan perempuan yang lebih matang…
  3. … Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud …” (Tak Bisa ke Lain Hati, dipopulerkan oleh KLa Project, lirik oleh Katon Bagaskara):  keinginan yang tak pernah tercapai mungkin tidak cukup puitis bagi Katon…
  4. … Terang sangat terang, matamu memandang, kenyataan itu ternyata menusuk pinggang …” (Gadis Tersesat, dipopulerkan Grass Rock, lirik oleh …?): pandangan yang menyebabkan rematik…
  5. … Kau sihir Sang Hakim jadi onta, lalu kauajak terbang ke surga…” (Caplang, dipopulerkan oleh Nicky Astria, lirik oleh Dodo Zakaria): Dodo Zakaria adalah salah satu master lirik-lirik aneh. Lagu ini dari awal sampai akhir sangat “aneh”, the master at his best… (lebih lanjut: “... Kau sihir Sang Hakim jadi kambing, lalu gundulmu dimakan kambing …”  classic!)
  6. … Pria mana yang tak suka, senyummu juwita, kalau ada yang tak suka, mungkin sedang goblok …” (Mata Indah Bola Pingpong, oleh Iwan Fals): Iwan memang bukan pilihan pertama untuk lirik yang puitis, namun apatah yang dimaksud sedang goblok?…
  7. … Tak usahlah kau ingat, bayangan gelap kenyataan, diri tanpa sutradara …” (Dirimu, dipopulerkan Gank Pegangsaan, lirik oleh Tontowy): kenyataan tanpa sutradara (ataukah memang ada)?
  8. … Kau berulang tahun, kutuang minuman ke dalam gelas, pada saat itu, kutahu usiamu baru sebelas …” (Karmila, oleh Farid Hardja): cepat, panggil komnas perlindungan anak!
  9. …Hey, kawin setahun, hey, anak beruntun…”: (Di Angan-angan, oleh Gombloh): yah, namanya juga di angan-angan, mungkin hamil bisa kurang dari sembilan bulan… di angan-angan!
  10. Kadangkala lirik “aneh” bisa berubah menjadi ungkapan baru, seperti: bertanya pada rumput yang bergoyang (Berita kepada Kawan, oleh Ebiet G. Ade) atau buah semangka berdaun sirih (Aku Begini Engkau Begitu, oleh Rinto Harahap, dipopulerkan Broery Pesulima), sehingga tidak terasa aneh.

Apakah pembaca punya lirik-lirik lain yang terasa aneh? Masukan dan komentarnya kami tunggu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s