Posted in Musik

(Bukan) Soundtrack


Inspirasi sebuah lagu bisa datang dari mana saja: pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, obrolan/curhat sesama teman, observasi/peengamatan langsung, kejadian nyata, mimpi, atau sekadar lamunan di siang bolong. Dalam hubungannya dengan karya lain seperti buku dan film, sebuah lagu biasanya menjadi suara latar atau soundtrack yang fungsi utamanya adalah mempromosikan film, atau dalam beberapa kasus sebuah buku. Jika film itu berdasarkan sebuah buku, maka soundtrack bisa mempromosikan keduanya sekaligus.

Namun, dalam beberapa kasus bisa juga sebuah lagu menginspirasi buku atau film, atau sebuah lagu dibuat karena terinspirasi sebuah buku atau film tanpa menjadi soundtrack. Di bawah ini akan diahas dua contoh lagu yang ditulis berdasarkan buku (dan bukunya sudah dibuat film), namun lagu tersebut bukan merupakan soundtracknya. Uniknya, kedua lagu ini merupakan debut single dari artis yang membawakannya.

  1. Wuthering Heights (1978): Seorang remaja Inggris berusia 17 tahun bernama Kate Bush menghabiskan tiga tahun untuk menyiapkan album perdananya sejak menandatangani kontrak dengan EMI. Pada akhirnya album itu, yang berjudul The Kick Inside, siap dirilis pada tahun 1978. Pihak label menginginkan lagu James and the Cold Gun menjadi single pertama untuk mempromosikan album itu, namun Kate lebih menyukai lagu Wuthering Heights. Pada akhirnya, kengototan Kate berbuah manis saat Wuthering Heights menduduki posisi puncak di tangga lagu Inggris dan meluncurkan karier musik Kate Bush yang bertahan hingga kini. Lagu Wuthering Heights terinspirasi dari karya klasik Emily Bronte dan telah difilmkan beberapa kali (pertama kali tahun 1939 yang dibintangi Laurence Olivier dan Merle Oberon), namun tidak pernah menjadi soundtrack salah satu adaptasi tersebut.

  2. Leaving Las Vegas (1993): Sheryl Crow mengawali karier musiknya di dekade 80-an di antaranya sebagai vokalis latar pada konser Michael Jackson (pada lagu I Just Can’t Stop Loving You). Di awal 90-an, Crow merekam album perdananya, namun tidak sempat dirilis. Akhirnya, Crow bergabung dengan sejumlah musisi seperti Kevin Gilbert, David Baerwald, David Ricketts, Bill Botrell, Brian MacLeod, dan Dan Schwartz membentuk Tuesday Music Club. Kerja sama mereka dalam penulisan lagu berujung pada rilis album pertama Sheryl Crow, Tuesday Night Music Club (1993). Singel pertama yang diluncurkan adalah Leaving Las Vegas, yang terinspirasi oleh novel karya John O’Brien yang kemudian difilmkan pada tahun 1995 dengan bintang Nicolas Cage dan Elisabeth Shue. Salah satu anggota Tuesday Music Club, David Baerwald, adalah sahabat dekat O’Brien. Single ini tidak terlalu sukses dan hanya menduduki posisi ke-60 di tangga lagu Billboard. Single selanjutnya, All I Wanna Do, berhasil menduduki posisi ke-2 dan meluncurkan karier Sheryl Crow. Hubungan Crow dan anggota Tuesday Music Club memburuk, puncaknya ketika Kevin Gilbert ditemukan sudah tak bernyawa di apartemennya pada tahun 1996. John O’Brien, penulis novel Leaving Las Vegas, bunuh diri di tahun 1994 di tengah-tengah pembuatan film berjudul sama. Lagu ini tidak termasuk dalam album soundtrack untuk film Leaving Las Vegas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s