Posted in Musik

Karier Singkat Tapi Melegenda


Dalam industri musik, mencapai sukses bukanlah hal yang mudah, apalagi mempertahankannya. Terutama bagi artis musik yang tergabung dalam suatu grup band. Tantangan yang dihadapi sebuah grup band bukan hanya mencapai dan mempertahankan kesuksesan, namun juga mempertahankan grup band itu sendiri. Dalam suatu band, terdapat individu-individu yang mempunyai ego masing-masing. Menjaga hubungan antarpersonal band agar tetap harmonis sekaligus produktif adalah sebuah seni tersendiri. Tak jarang sebuah band pecah atau bubar karena benturan ego di antara para personalnya.

Sebuah grup band yang mampu mempertahankan kesuksesan kariernya  (dan juga keutuhan formasinya)selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dasawarsa akan mendapat predikat legenda. Sebaliknya, sebuah band yang bubar di tengah jalan atau memiliki perjalanan karier yang singkat (di bawah 10 tahun) biasanya dianggap kurang mengesankan. Namun demikian, ada beberapa grup band yang perjalanan kariernya terhitung singkat namun sampai hari ini dianggap sebagai legenda.

  1. The Beatles (1960 – 1970)
    Siapa yang tidak mengenal grup band yang satu ini. Meskipun jejaknya bisa ditarik ke band The Quarrymen (1957) yang beranggotakan di antaranya John Lennon, Paul McCartney, dan George Harrison, nama The Beatles baru digunakan resmi di tahun 1960 dan debut singel pertamanya baru dirilis tahun 1962. Dan sisanya, adalah sejarah. Setelah sukses “Beatlemania” di seluruh dunia, band ini bubar di tahun 1970 setelah merilis album Let It Be. Friksi antara Lennon dan McCartney, penulis lagu utama and ini, ditambah kehadiran Yoko Ono (istri kedua Lennon) membuat suasana dalam grup tidak lagi kondusif. Banyak yang menyayangkan bubarnya The Beatles karena sebenarya mereka masih berada di puncak penampilannya saat bubar. Isu seputar reuni terus mennghangat sejak itu, sampai ditembaknya Lennon di tahun 1980 mengubur harapan untuk reuni. Ketiga anggota yang tersisa sempat “bergabung” kembali untuk merilis album Anthology (1996) namun siapapun pasti mengakui bahwa The Beatles sudah berakhir.
  2. Simon & Garfunkel (1957 – 1970)
    Paul Simon dan Art Garfunkel mengawali kariernya di tahun 1957 saat merilis singel Hey, Schoolgirl/Dancin’ Wild menggunakan nama Tom & Jerry. Namun, singel ini tidak menemui sukses dan mereka berdua berpisah untuk meneruskan kuliahnya masing-masing. Lima tahun kemudian, keduanya merekam album Wednesday Morning, 3 A.M. dengan nama Simon and Garfunkel yang melejitkan hit The Sound of Silence. Puncak kesuksesan mereka terjadi saat mereka menyanyikan lagu Mrs. Robinson untuk film The Graduate (1968). Namun, konflik antara keduanya akhirnya menandai akhir kiprah mereka sebagai duo setelah rilis album Bridge Over Troubled Water (1970).
  3. Led Zeppelin (1968 – 1980)
    Berawal dari konflik dalam grup The Yardbirds antara Jimmy Page dan Jeff Beck, satu per satu personel Yardbirds keluar meninggalkan Page sendirian. Dengan kewajiban menjalani tur yang tersisa di Skandinavia, Page merekrut sejumlah musisi untuk mengisi kekosongan. Ketiganya adalah Robert Plant, John Paul Jones, dan John Bonham. Grup ini menyelesaikan tur dengan nama New Yardbirds. Seusai tur, Page ingin melanjutkan band ini dengan nama yang sama, namun para mantan personel The Yardbirds keberatan, sehingga kuartet ini akhirnya berganti nama menjadi Led Zeppelin atas saran dari dua personel The Who, Keith Moon dan John Entwistle. Led Zeppelin merilis 9 album dan mencapai sukses dengan hit seperti Stairway to Heaven, Black Dog, Whole Lotta Love, dan Kashmir. Kematian mendadak sang drumer John Bonham menandai akhir perjalanan grup musik ini. Meski demikian, beberapa kali grup ini tampil dengan drumer pengganti, di antaranya putra kandung John, Jason Bonham.
  4. ABBA (1973 – 1982)
    Dua pasang kekasih, Björn Ulvaeus, Anni-Frid Lyngstad, Benny Andersson, dan Agnetha Fältskog berkolaborasi bersama membentuk grup musik ABBA (akronim dari huruf pertama nama depan para personelnya). Pertama kali melejit lewat kontes Eurovision 1974, saat ABBA memenangkan kompetisi tersebut dengan lagu Waterloo. Sejak itu, ABBA mencapai sukses di seluruh dunia dengan hit-hit seperti Dancing Queen, Fernando, Take a Chance on Me, dan I Have a Dream. Kedua pasangan dalam grup ini menikah, lalu bercerai, yang menimbulkan tekanan dalam hubungan antarpersonal. Akhirnya di tahun 1982, grup ini berpisah dan belum pernah lagi tampil bersama-sama. Namun, musik mereka tetap disukai, proyek musikal dan film Mamma Mia! mengembalikan popularitas lagu-lagu mereka di seluruh dunia.
  5. Nirvana (1987 – 1994)
    Kurt Cobain dan Chris Novoselic membentuk Nirvana di tahun 1987 bersama drumer Aaron Burckhard. Mereka merilis album perdana, Bleach (1989) bersama drumer Chad Channing. Setahun kemudian, Dave Grohl menggantikan Channing. Di tahun 1991, Nirvana merilis Nevermind dan mencapai sukses berkat hit Smells Like Teen Spirit. Nirvana pun menjadi superstar dan menjadi salah satu pelopor aliran Grunge dan Seattle Sound di awal 90-an. Sukses ternyata menimbulkan tekanan bagi personal Nirvana, terutama sang frontman, Kurt Cobain. Setahun setelah merilis album ketiga, In Utero (1993), Cobain ditemukan meninggal di rumahnya. Nirvana pun tingal kenangan.

Sebenarnya ada beberapa grup band lain yang bisa dimasukkan dalam daftar seperti Eagles (1971 – 1980), The Doors (1965 – 1973), yang mungkin akan dibahas di lain waktu.

One thought on “Karier Singkat Tapi Melegenda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s