Posted in Musik

Perjalanan Franky Sahilatua Telah Berakhir


Hari ini, Rabu 20 April 2011 pukul 15.15 WIB, Indonesia kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya. Franky Hubert Sahilatua (kelahiran Surabaya, 16 Agustus 1953) meninggal dunia di RS Permata Hijau Jakarta akibat penyakit kanker sumsum tulang belakang yang telah beberapa waktu terakhir ini diidapnya. Penyakit ini pula yang praktis mengakhiri kiprah musisi, pencipta lagu, dan penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagu berirama balada/folk/country sejak setahun terakhir. Seminggu sebelumnya, musisi Arie Wibowo dari grup Bill & Brod yang terkenal dengan lagu Madu dan Racun juga meninggal dunia karena serangan jantung.

Franky mengawali kariernya sebagai musisi di kota kelahirannya, antara lain berkolaborasi dengan musisi seperti Gombloh dan Leo Kristi dalam kelompok musik Lemon Tree’s Anno ’69. Bersama adiknya, Jane Sahilatua, Franky membentuk duo Franky & Jane, yang kemudian hijrah ke Jakarta untuk merekam album Kembalilah (1975), yang kurang sukses. Teguh Esha, penulis yang terkenal dengan karyanya Ali Topan Anak Jalanan, merekrut Franky & Jane untuk merekam album Balada Ali Topan (1976), yang mendapat sambutan baik. Jackson Record kemudian mengontrak Franky & Jane untuk merekam album Musim Bunga (1977) yang melejitkan nama Franky & Jane di blantika musik Indonesia, sampai-sampai album ini dianggap sebagai album pertama mereka. Dalam perjalanannya, Franky dan Jane masing-masing juga pernah merilis album solo, dengan juga melibatkan saudara mereka, Johnny Sahilatua. Setelah Jane menikah di tahun 1985, Franky lebih banyak tampil solo, selain berkolaborasi dengan musisi/seniman lain seperti Iwan Fals, Ian Antono, dan Emha Ainun Nadjib. Masih ingat dengan lagu Kemesraanyang sangat populer di akhir dekade 80-an? Lagu ini dikenal sebagai lagunya Iwan Fals, namun tahukah Anda bahwa lagu ini ditulis oleh dua bersaudara Franky dan Johnny Sahilatua?

Album Franky Sahilatua
Album Franky Sahilatua (sumber:http://sosok.kompasiana.com/2011/04/21/franky-sahilatua-bis-kota-sudah-menunggumu-selamat-jalan/)

Franky juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan juga menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan terhadap kaum marginal dan minoritas, terutama saat-saat transisi politik 1998. Sampai akhir hayatnya, komitmen Franky tidak pernah luntur. Album-album terakhirnya, mulai dari Terminal, Anak Emas, Orang Pinggiran, Perahu Retak, dan Menangis adalah refleksi dari keprihatinannya terhadap kaum lemah. Tahun 2010 Franky dianugerahi penghargaan Lifetime Achievement SCTV Awards atas dedikasinya di dunia musik Indonesia.

Sebagai penutup, Penulis ingin mengutip syair dari lagu Franky & Jane yang berjudul November sebagai berikut:

Jangan pikirkan akhir perjalanan ini,
Kemarin dan esok bukanlah batas dari waktu,
Di depan kita terbentang langit bebas,
Tak setiap jalan harus berakhir di ujung…


Selamat jalan Bung Franky! Terima kasih atas dedikasi, kreasi, dan karya-karya Anda selama ini.

Lebih Lanjut tentang Franky Sahilatua:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s