Posted in Musik

What’s My Name?


Merintis karier di bidang  hiburan seperti musik tidaklah mudah, apalagi menjaga konsistensi dalam berkarya. Ada musisi yang langsung melejit di awal kariernya dan langsung meredup di tahap selanjutnya. Mengawali karier musik tidaklah mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan dengan cermat. Salah satunya adalah cara membuat publik mengenal musisi/penyanyi pendatang baru. Tidak cukup hanya berbekal kemampuan bermusik, teknik vokal, dan materi lagu yang memadai, karakteristik sang artis itu sendiri juga menentukan. Penampilan di atas panggung bisa menjadi nilai tambah, namun juga aspek-aspek kecil seperti pemilihan nama panggung dan nama grup/band. Seorang artis yang kurang beruntung terlahir dengan nama yang kurang “menjual” biasanya mengganti nama, baik secara sadar maupun atas tekanan pihak lain, dengan nama panggung yang lebih familiar. Yang menarik, dalam perjalanan karier seorang artis/sebuah grup band kadang-kadang terjadi situasi pergantian nama ini terjadi lebih dari satu kali. Berikut ini adalah beberapa contoh.

  1. John Mellencamp
    Dilahirkan dengan nama John Stuart Mellencamp di Indiana, AS pada tanggal 7 Oktober 1951, John yang keturunan Jerman ini dipaksa mengganti nama panggungnya menjadi Johnny Cougar di awal kariernya. Album perdananya, Chesnut Street Incident, dirilis tahun 1976 dengan nama Johnny Cougar, namun hanya terjual 12.000 kopi dan gagal di pasaran. Album keduanya, The Kid Inside (1977) tidak dirilis sampai tahun 1983, baru setelah album ketiga, A Biography (1978) dengan single I Need a Lover menjadi hit #5 di Australia, karier John akhirnya mulai menunjukkan kemajuan. Judul album keempatnya memperkenalkan nama panggung baru, John Cougar (1979). Single I Need a Lover dimasukkan dalam album ini dan manjadi hit Top 40 pertamanya di AS. Karier John mencapai puncaknya di tahun 1982 dengan album American Fool yang menjadi nomor satu di AS, dengan tiga hit single, Hurts So Good (#2), Jack and Diane (#1), dan Hand to Hold On to (#19). John juga menerima penghargaan Grammy untuk penampilan rock pria terbaik untuk Hurts So Good. Untuk album selanjutnya, Uh-Huh (1983), John menambahkan nama belakangnya, Mellencamp di nama panggungnya, sehingga ia dikenal sebagai John Cougar Mellencamp. Akhirnya, mulai album Whenever We Wanted (1991), nama aslinya, John Mellencamp mulai digunakan sampai sekarang.
  2. Jefferson Airplane
    Band ini dibentuk di San Fransisco pada tahun 1965 oleh Marty Balin dan merilis album perdananya, Jefferson Airplane Takes Off (1966). Band ini mulai menarik perhatian di tahun 1967 saat album Surrealistic Pillow menduduki posisi ketiga di tangga album AS dan menelurkan dua hit top 10, Somebody to Love (#5) dan White Rabbit (#8).
    Konflik internal dalam grup ini memaksa pendirinya, Marty Balin meninggalkan Jefferson Airplane di tahun 1971. Paul Kantner mengambil kesempatan dengan merilis album solonya, Blows Against the Empire (1970) dengan nama Paul Kantner & Jefferson Starship. Perpecahan dalam tubuh Jefferson Airplane mencapai puncaknya, dan band ini bubar di tahun 1973. Paul Kantner dan Grace Slick kemudian melanjutkan dengan nama baru: Jefferson Starship. Album Dragonfly (1974) menggunakan nama Grace Slick/Paul Kantner/Jefferson Starship. Album berikutnya, Red Octopus (1975) menjadi album tersukses sepanjang karier mereka, menduduki posisi pertama di tangga album AS dan tersertifikasi double platinum, dengan hit single Miracles (#3). Marty Balin bergabung kembali di tahun 1975, namun kembali keluar di tahun 1978.
    Di tahun 1984, Paul Kantner meninggalkan grup dan terlibat konflik dengan mantan rekan segrupnya. Konflik ini diakhiri dengan perjanjian bahwa nama Jefferson dan Airplane tidak akan digunakan tanpa persetujuan semua personelnya (Bill Thompson, Paul Kantner, Grace Slick, Jorma Kaukonen, Jack Casady). Grace Slick dkk. sempat menggunakan nama Starship  Jefferson, sebelum melanjutkan dengan nama Starship. Dengan nama Starship, mereka merilis tiga album: Knee Deep in the Hoopla (#7, 1985), No Protection (#12, 1987), dan Love Among the Cannibals (#64, 1989). Periode ini juga menandai periode tersukses dalam karier mereka, dengan tiga hit nomor satu: We Built This City (1985), Sara (1986), dan Nothing’s Gonna Stop Us Now (1987), dan tiga hit Top 40: Tomorrow Doesn’t Matter Tonight (#26, 1986), It’s Not Over ‘Till It’s Over (#9, 1987), dan It’s Not Enough (#12, 1989). Grace Slick pensiun dari dunia musik di tahun 1989 setelah melakukan tur reuni bersama anggota Jefferson Airplane. Paul Kantner kemudian membentuk Jefferson Starship – The Next Generation dengan personel baru, sebelum menanggalkan tambahan The Next Generation pada album Windows of Heaven (1998). Sementara, Mickey Thomas yang bergabung di tahun 1978 juga membentuk band baru dengan nama Mickey Thomas’ Starship, yang kemudian berganti nama menjadi Starship featuring Mickey Thomas.
  3. Prince
    Terlahir dengan nama Prince Rogers Nelson pada tanggal 7 Juni 1958, ia lebih dikenal dengan nama panggung Prince. Kariernya mulai melejit saat merilis album 1999 (1982). Album selanjutnya, Purple Rain (1984) menjadi puncak suksesnya, terjual 13 juta kopi di AS, menduduki posisi nomor satu selama 24 pekan, sementara film dengan judul sama memenangkan Oscar dan menghasilkan US$ 80 juta dalam peredarannya. Prince di tahun 1984 pernah menempatkan album, single, dan film nomor satu di AS. Kontroversi mulai tejadi saat di tahun 1993 ia mengganti nama panggungnya menjadi sebuah simbol, yang dikenal sebagai Love Symbol (yang juga merupakan judul dari album sebelumnya di tahun 1992) melambangkan perpaduan antara simbol laki-laki dan perempuan. Media lebih sering menyebutnya sebagai TAFKAP (The Artist Formerly Known as Prince) atau cukup sebagai “The Artist”.

  4. Di Indonesia, ada band Peterpan yang harus berganti nama menjadi Noah setelah keluarnya dua personel: Andika (kibor) dan Indra (bass) yang kemudian memeentuk band baru, The Titans. Kita juga mengenal hikayat keluarga Koeswoyo, yang membentuk band Koes Brothers yang kemudian berubah menjadi Koes Bersaudara. Keluarnya Nomo Koeswoyo dan masuknya Murry mengubah nama band menjadi Koes Plus, sementara Nomo kemudian membentuk No Koes. Selain itu, kita juga mengenal band rock AKA (Apotik Kali Asin) yang berubah menjadi SAS setelah vokalisnya Ucok Harahap keluar dan membentuk Ucok and His Gangs (Uhisga).
  5. Broery Pesulima
    Terlahir dengan nama Simon Dominggus Pesulima pada tanggal 25 Juni 1948, ia lebih dikenal dengan nama panggungnya, Broery.  Selain menggunakan nama Broery Pesulima, ia juga menggunakan nama Broery Marantika, yang diambil dari nama keluarga ibunya. Saat menikahi penyanyi Anita Sarawak di Singapura, ia sempat memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Broery Abdullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s