Posted in Musik

Kisah Para “Frontman” yang Terlupakan


Tidak mudah untuk menjadi vokalis sekaligus frontman sebuah grup musik legendaris. Lebih sulit lagi menggantikan seorang frontman yang sudah menjadi ciri khas satu grup musik. Kadang-kadang pergantian frontman berhasil, kadang-kadang gagal, dan terlupakan. Berikut ini para vokalis/frontman grup musik legendaris yang terlupakan :

  1. Ray Wilson (Genesis)
    Peter Gabriel, sebagai vokalis dan frontman grup ini telah menjadi wajah Genesis dengan vokal, penulisan lagu dan lirik, serta aksi panggung yang khas. Saat Gabriel tiba-tiba mengundurkan diri pasca rilis album The Lamb Lies Down on Broadway (1975), grup ini sempat galau. Pencarian vokalis baru yang dilakukan tidak membawa hasil. Hingga akhirnya sang pemain drum, Phil Collins, memberanikan diri untuk mengambil alih posisi vokalis. Hasilnya, Genesis yang lebih “bersahabat” dengan massa, diikuti sukses komersial di seluruh dunia. Para fans pun terbelah, antara dua era vokalis ini.
    Sampai di tahun 1996 saat Phil Collins secara mengejutkan mundur dari Genesis, dua personel Genesis tersisa: Tony Banks dan Mike Rutherford memutuskan untuk mencari vokalis baru, dan masuklah Ray Wilson, eks vokalis band Stiltskin. Album Genesis bersama Ray Wilson, Calling All Stations (1997) sebenarnya cukup sukses di Eropa, namun disambut dingin di Amerika Serikat. Wilson pun dipecat seusai tur Eropa di tahun 1998. Phil Collins akhirnya bergabung kembali di tahun 2006.
  2. Gary Cherone (Van Halen)
    Perjalanan grup ini mirip dengan Genesis dalam hal pergantian vokalis/frontman. Vokalis pertama Van Halen, David Lee Roth, keluar dari grup setelah kesuksesan album MCMLXXXIV (1984) dengan hit nomor satu Jump. Vokalis band Scandal, Patty Smyth, sempat ditawari namun ditolak sebelum akhirnya Van Halen memilih Sammy Hagar, eks vokalis band Montrose. Era Hagar ditandai dengan sukses komersial dengan empat album  nomor satu di Amerika Serikat. Hagar keluar pada tahun 1996 dan Lee Roth kembali untuk merekam dua lagu baru untuk album kompilasi Best of Volume 1 (1996), sebelum kembali meninggalkan Van Halen.
    Mitch Malloy sempat  dipertimbangkan sebagai vokalis baru, namun gagal karena masalah manajerial. Vokalis Extreme, Gary Cherone, kemudian direkrut sebagai vokalis dan formasi ini melahirkan album Van Halen III (1999). Album ini kurang mendapat sambutan, dan Cherone pun dipecat. Lee Roth dan Hagar kemudian sempat bergabung kembali sementara, sebelum akhirnya Van Halen merilis album Different Kind of Truth (2009) bersama Lee Roth.
  3. Trevor Horn dan Benoit David (Yes)
    Grup progressive rock ini dikenal sering berganti personel, namun posisi vokalis/frontman identik dengan sosok Jon Anderson. Sampai-sampai tidak banyak yang tahu bahwa Anderson sempat meninggalkan Yes di tahun 1979 saat menggarap album terbarunya. Bersama Anderson, pemain kibor Rick Wakeman juga keluar. Di saat yang bersamaan duo Trevor Horn dan Geoffrey Downes yang dikenal sebagai The Buggles yang mencetak sukses lewat hit Video Killed the Radio Star, juga sedang menggarap album keduanya. Duo ini megidolakan Yes, dan kesempatan bertemu tidak disia-siakan dengan menawarkan lagu berjudul We Can Fly from Here. Ketiga anggota Yes tersisa: Chris Squire, Steve Howe, dan Alan White kemudian menawarkan duo ini menjadi anggota Yes sebagai vokalis dan pemain kibor. Formasi ini menghasilkan album Drama (1980).

    Sayangnya, formasi ini tidak bertahan lama. Pasca Drama, Yes dinyatakan vakum untuk waktu yang tidak ditentukan. Steve Howe dan Geoffrey Downes kemudian bergabung dengan John Wetton (eks King Crimson) dan Carl Palmer (eks ELP) untuk membentuk supergrup Asia. Trevor Horn, yang banyak dikritik atas usahanya menggantikan Jon Anderson, memutuskan menjadi produser. Squire dan White mencoba eksperimentasi dengan musisi lain, di antaranya Jimmy Page dalam proyek XYZ, sebelum bertemu dengan Trevor Rabin dan membentuk Cinema. Lebih lanjut, Cinema merekrut Tony Kaye, eks pemain kibor pertama Yes dan Horn sebagai produser sebelum akhirnya Jon Anderson tertarik untuk bergabung. Pihak label mengusulkan formasi ini kebali menggunakan nama Yes, dengan keberatan dari Rabin. Yes kemudian merilis 90125 (1983)  yang sukses secara komersial dengan hit nomor satu Owner of a Lonely Heart dan mendefinisikan era baru bagi grup ini.
    Belakangan, Jon Anderson “dipensiunkan” dari Yes karena alasan kesehatan pada tahun 2008, dan digantikan Benoit David, vokalis grup Mystery. Formasi Yes dengan David bersama Squire, Howe, White, dan Downes ini melahirkan album Fly from Here (2010) yang diproduksi Trevor Horn. Benoit David kemudian digantikan oleh Jon Davison (eks Glass Hammer) setelah mengalami masalah pada saluran pernafasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s