Posted in Musik

Mengenal Format File Musik Digital


Hari ini kita sudah mengidentikkan (rekaman) musik dengan MP3, seperti generasi dulu menyebutnya kaset. Seperti pernah diulas sebelumnya, perkembangan teknologi kompresi data audio digital dan internet membuat MP3 menjadi format populer untuk mendistribusikan musik, legal maupun ilegal. Dulu kita mengenal situs mp3.com (sekarang dimiliki CNET) sebagai portal unduhan MP3 legal. Kita juga mengenal Napster sebagai aplikasi P2P yang memungkinkan kita berbagi file secara langsung tanpa mengunggahnya ke server. Napster kebanyakan digunakan untuk berbagi file MP3, sebelum akhirnya ditutup. Hari ini, Apple iTunes Store mungkin menjadi toko musik terbesar di dunia. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa Apple tidak menggunakan format MP3, melainkan MPEG-4 AAC (Advanced Audio Coding). Di luar itu, kita juga mengenal beberapa format musik digital lainnya seperti WMA, Ogg Vorbis, FLAC, Berikut ini penjelasan singkat mengenai format file musik digital.
Tampilan K-Jofol (Sumber: http://www.oocities.org/threxerht)

  1. MP3: singkatan dari MPEG-1/2  Layer 3, merupakan standar kompresi audio digital dari MPEG yang dirilis tahun 1995. Kompresi ini bersifat lossy, atau membuang sebagian data audio yang dianggap kurang penting/tidak terdengar oleh telinga manusia normal. MP3 adalah format musik digital terpopuler saat ini meskipun secara kualitas masih kalah dibandingkan format-format lain yang muncul belakangan. Encoder mp3 masih dilindungi paten, sehingga beberapa distro Linux populer tidak menyertakannya secara default.
  2. AAC: singkatan dari Advanced Audio Coding, merupakan standar kompresi audio digital dari MPEG yang dirilis tahun 1997 sebagai kelanjutan dari MP3. AAC adalah bagian dari standar MPEG-2 dan MPEG-4. Pertama kali muncul dengan ekstensi file .aac yang dimainkan menggunakan software K-Jofol. Format ini digunakan Apple untuk player iPod dan Apple iTunes Store dalam format MPEG-4 AAC dengan ekstensi file .m4a. AAC merupakan format kompressi lossy, untuk kompresi lossless Apple menggunakan ALAC (Apple Lossless Audio Codec), yang telah dirilis sebagai open source sejak tahun 2011.
  3. WMA: singkatan dari Windows Media Audio, merupakan format audio digital yang dikembangkan oleh Microsoft. Format ini menjadi default pada semua produk Microsoft, seperti Windows Media Player dan Zune. Format ini juga bersifat lossy, meskipun Microsoft juga mempunyai format lossless (WMA Losless).
  4. Ogg Vorbis: dikembangkan oleh Xiph Foundation dan dirilis dengan lisensi terbuka (open source) dan bebas dari paten. Nama Ogg sebenarnya adalah format container multimedia yang juga digunakan untuk format video digital seperti Theora. Format Ogg Vorbis menjadi standar di sistem operasi Linux. Ogg Vorbis juga merupakan format kpmpresi lossy, untuk format kompresi lossless Xiph Foundation mengembangkan FLAC (Free Lossless Audio Codec), yang sekarang menjadi standar de facto untuk musik digital kualitas tinggi seperti halnya MP3 untuk kualitas rata-rata.
  5. Masih ada beberapa format kompresi audio lain yang tidak/belum terlalu populer, seperti: Opus (lossy), Monkey Audio/APE (lossless), WavPack (lossless), ATRAC (lossy), PASC (lossy), MusePack (lossy), True Audio/TTA (lossless)

Apa yang membedakan Lossy dan Lossless? Format Lossy membuang banyak data sehingga file yang dihasilkan lebih kecil (rata-rata sekitar 1:11), namun dalam kualitas di abwah Lossless yang ukuran filenya lebih besar (sekitar 1:4). Format lossless juga menjamin kualitas suara tetap sesuai dengan aslinya, misalnya saat file itu dibakar ke CD audio.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s