Hari Moekti Telah Berpulang


Satu lagi kabar duka dari dunia musik Indonesia (semoga Pembaca tidak bosan). Hariadi Wibowo, yang dikenal dengan nama panggung Hari Moekti, meninggal dunia pada tanggal 24 Juni 2018 pada usia 61 tahun. Karier musiknya sudah dimulai di awal dekade 80-an sebagai vokalis di band Makara (bersama kakak beradik Andi Yulias dan Adi Adrian) dan Krakatau (bersama Dwiki Dharmawan dan Budhy Haryono). Masuk dapur rekaman bersama Makara di tahun 1986 lewat album Laron-laron, dengan hit Laron-laron dan Rosita (berduet dengan vokalis Makara lainnya, Mohammad Kadri). Album ini gagal meledak, dan Hari kemudian mulai melirik prosperk solo karier. Diawali penampilan dalam Festival Lagu Populer Indonesia 1987 saat ia menyanyikan lagu karya Tigor Gypsy, Dalam Kegelapan. Lagu ini tidak menjadi pemenang festival, Hari pun tidak memenangkan penghargaan penampilan terbaik, namun potensinya sebagai penyanyi solo mulai mencuat.

Akhirnya, pada tahun 1988 dirilislah album solo pertamanya, Tantangan. Meskipun persona dirinya adalah rocker, lagu yang menjadi hit dari album ini, Ada Kamu, adalah lagu pop dengan sentuhan lirik yang sedikit nyeleneh. Bayangkan baris lirik seperti “…walau kamu tal semancung gunung-gunung di belahan bumi pertiwi…” menjadi legendaris dibawakan oleh Hari Moekti. Atau caranya menyanyikan refrein lagu ini “…Adudududududududuh kau tak percaya, adudududududududuh mengapa kucinta, untuk kamu belahah dadaku ini saja…”. Album Tantangan ini memuat lagu-lagu yang tak kalah potensial sebagai hit, dengan lirik dan aransemen yang lebih mainstream seperti JJS Lintas Melawai dan Tantangan, tetap saja Ada Kamu menjadi signature-nya Hari Moekti sebagai artis solo. Pada Festival Lagu Populer Indonesia 1989 Hari Moekti membawakan lagu karya Dharma Oratmangun, Aku Suka Kamu Suka, bersama kelompok vokal Cantora Geronimo. Kali ini lagu itu menjadi pemenang kedua festival. Album solo keduanya, Nona Nona Nona (1990) memunculkan hit Nona Nona Nona, Hujan Rindu, dan Apel Pertama, disusul album (mini?) ketiganya Kita Masih (1991?). Pada tahun 1992 Hari merilis album kompilasi Maukah Kamu. Di tahun yang sama, Hari bergabung dengan band Adegan bersama Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Mathes, dan mantan gitaris Krakatau Donny Suhendra. Bersama Adegan, Hari merilis dua album, Langkah Berikutnya (1992) dengan hit Satu Kata, yang menjadi signature-nya Adegan, serta Waktu Berjalan (1995) dengan hit Ozone, yang sekaligus menjadi rilis terakhirnya sebagai penyanyi. Sejak tahun 1995 ia beralih menjadi pendakwah hingga meninggalnya di tahun 2018. Selamat jalan Hari Moekti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s