[R.I.P.] Marie Fredriksson (1958 – 2019)


Satu lagi kabar duka dari dunia musik, vokalis asal Swedia Marie Fredriksson, yang bersama musisi/vokalis Per Gessle dikenal sebagai Roxette, meninggal dunia pada tanggal 9 Desember 2019 di usia 61 tahun. Marie diketahui mengidap tumor otak sejak tahun 2002 yang membuat Roxette vakum hingga tahun 2009. Diawali penampilan spontan di tur solo Per Gessle, Roxette akhirnya kembali aktif dan merilis tiga album sebelum kembali vakum sejak tahun 2016 karena kondisi Marie tidak lagi memungkinkan untuk melakukan tur.

Dilahirkan pada tanggal 30 Mei 1958 dengan nama Gun-Marie Fredriksson, bungsu dari lima bersaudara. Ia mulai belajar musik dan menyanyi sejak usia tujuh tahun. Bersama kekasihnya (waktu itu) Stefan Dembrandt, Marie membentuk grup musik Strul pada tahun 1978. Personel grup ini sering berganti-ganti, di antaranya adalah dua musisi muda bernama Per Gessle dan Mats Persson yang kemudian membentuk grup musik Gyllene Tider, cikal bakal Roxette. Tahun 1980, hubungan Marie dan Stefan putus, dan Stefan Dembrandt meninggalkan Strul. Marie dan gitaris/vokalis Martin Sternhufvud kini menjadi anggota inti Strul, yang bertahan hingga tahun 1981 dan sempat merilis dobel singel Ki-I-Ai-Oo/Strul igen sebelum membubarkan diri tiga bulan kemudian.

Marie dan Martin kemudian membentuk MaMas Barn. Grup ini sering berlatih bersama Gyllene Tider, hingga bassis dan drummer Gyllene Tider akhirnya bergabung dengan MaMas Barn. Marie menyumbangkan vokalnya pada lagu Gyllene Tider Ingenting av vad du behöver (1981). Di tahun 1982, MaMas Barn merilis album perdananya Barn som barn. Meskipun mendapatkan ulasan yang bagus, album ini gagal di pasaran dan MaMas Barn akhirnya membubarkan diri. Per Gessle meyakinkan Marie untuk memulai solo karier. Sebelum merilis album solo perdananya, Marie menjadi vokal latar untuk Lasse Lindbom Band dan di album Gyllene Tider berbahasa Inggris, The Heartland Café (1984). Album ini dirilis di Amerika Serikat dalam format EP dengan judul Heartland menggunakan nama band Roxette. Nama Roxette diambil dari judul lagu band asal Inggris Dr. Feelgood. Setelah gagal menembus pasar internasional Gyllene Tider memutuskan untuk vakum. Per Gessle kemudian bersolo karier.

Marie Fredriksson kemudian merilis dua album solo yang sukses di Swedia. Sebaliknya, album solo Per Gessle gagal menyamai kesuksesan Gyllene Tider. Akhirnya, eksekutif EMI Swedia menyarankan Per dan Marie merekam lagu bersama dalam Bahasa Inggris. Per kemudian menerjemahkan salah satu karyanya, Svarta glas, menjadi Neverending Love, merekamnya bersama Marie dan merilisnya atas nama Roxette. Singel ini sukses dan duet ini pun langsung merekam album perdana mereka, Pearls of Passion (1986) dengan hit seperti Goodbye to You, Soul Deep, dan I Call Your Name. Akhir tahun 1987 Roxette merilis singel bertema natal, It Must Have Been Love (Christmas for the Broken Hearted). Lagu tersebut kemudian direkam ulang dengan sedikit modifikasi untuk soundtrack film Pretty Woman (1990) dan berhasil menduduki posisi pertama di Billboard Hot 100 serta menjadi lagu signature mereka. Album kedua mereka Look Sharp! dirilis tahun 1988. Album ini dan hit-hit seperti Dressed for Success, Listen to Your Heart, dan Chances kembali sukses seperti album sebelumnya, namun Roxette masih belum dikenal di luar Swedia. Konon, seorang siswa pertukaran asal Amerika Serikat yang membawa album ini pulang ke Minneapolis dan menyerahkannya ke stasiun radio setempat, KDWB. The Look kemudian menjadi hit di radio jauh sebelum dirilis secara resmi di Amerika Serikat, dan akhirnya menduduki posisi pertama di Billboard Hot 100 di awal tahun 1989. Roxette merilis sepuluh album dan mencetak hit seperti Dressed for Success, Listen to Your Heart, Dangerous, Joyride, Fading Like a Flower, Spending My Time, How Do You Do!, Queen of Rain, Almost Unreal, Sleeping in My Car, You Don’t Understand Me, Wish I Could Fly, dan The Centre of the Heart. Total mereka sudah menjual sekitar 75 juta kopi album di seluruh dunia.

Selain Roxette, Marie tetap melanjutkan solo kariernya yang sukses di negaranya, Swedia. Tak kurang delapan album dirilisnya hingga tahun 2013. Pada tahun 2002 ia didiagnosis menderita tumor otak dan harus menjalani operasi dan kemoterapi. Setelah dinyatakan sembuh ia melanjutkan kariernya sebagai penyanyi solo dan kembali aktif dalam Roxette sejak tahun 2009. Namun kesehatannya kembali menurun dan sejak tahun 2016 ia harus mengakhiri karier musiknya. Marie Fredriksson meninggalkan suami dan dua orang anak. Selain menjadi vokalis, Marie juga menulis beberapa lagu untuk Roxette di antaranya: Voices (bersama Per Andersson, album Pearls of Passion), Turn to Me (bersama Per Gessle, side B singel It Must Have Been Love [Christmas for the Broken Hearted]), Dance Away dan Cry (bersama Per Gessle), Half a Woman, Half a Shadow (album Look Sharp!), Hotblooded (bersama Per Gessle), Watercolours in the Rain (album Joyride), Go to Sleep (album Crash! Boom! Bang!), Beautiful Things (bersama Per Gessle), Waiting for the Rain (album Have a Nice Day), Little Girl (album Room Service), dan See Me (album Travelling).

Diskografi

  • Het vind (1984)
  • Den sjunde vågen (1985)
  • …Efter stormen (1987)
  • Den ständiga resan (1992)
  • I en tid som vår (1996)
  • Äntligen: Marie Fredrikssons bästa 1984–2000 (2000) – Compilation
  • Äntligen: Sommarturné (2000) – Live Album (+DVD)
  • Kärlekens guld (2002) – Boxset
  • Äntligen Live! (2003) – Live Album
  • The Change (2004)
  • Min bäste vän (2006)
  • Tid för tystnad: Marie Fredrikssons ballader (2007) – Compilation
  • Nu! (2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.