Neil Peart (1952 – 2020)

Sekali lagi, dunia musik khususnya musik rock/progressive rock kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya. Setelah Keith Emerson (ELP), Chris Squire (Yes), Greg Lake (ELP, ex-King Crimson), dan John Wetton (ex-King Crimson, Asia), pada tanggal 7 Januari 2020 Neil Peart, drummer band asal Kanada Rush meninggal dunia. Ia bergabung dengan Geddy Lee (bass, vokal) dan Alex Lifeson (gitar) di tahun 1974 menggantikan drummer sebelumnya,. Formasi ini bertahan sampai Neil meninggal dunia. Bagi penggemar musik pada umumnya, mungkin sosok Neil Peart kurang dikenal dibandingkan rekan segrupnya, tersembunyi di balik set drumnya. Siapa yang menyangka bahwa ialah penulis lirik utama untuk lagu-lagu Rush. Di kalangan musisi dan penggemar berat musik, ia dikenal sebagai salah satu drummer terbaik di dunia. Dalam satu artikel untuk USA Today, ia disebut sebagai salah satu drummer terbaik sepanjang masa bersama nama-nama seperti John Bonham (Led Zeppelin), Ringo Starr (The Beatles), Keith Moon (The Who),  Ginger Baker (Cream), dan Stewart Copeland (The Police).

Pada tahun 1997 Neil kehilangan putri pertamanya akibat kecelakaan lalu lintas. Setahun kemudian, istrinya pada saat itu terkena kanker dan meninggal dunia 10 bulan setelahnya. Neil Peart kemudian menghubungi kedua rekannya dengan pernyataan “Anggap saja saya pensiun” dan melakukan ekspedisi di atas sepeda motornya melintasi Amerika Utara dan Tengah. Ia kemudian kembali ke Rush pada tahun 2001. Ia menyatakan pensiun pada akhir tahun 2015 karena masalah kesehatan, belakangan diketahui bahwa ia didiagnosis menderita kanker otak. Rush pun dinyatakan vakum semenjak itu. Bersama kedua rekannya dalam band Rush, Neil Peart menerima penghargaan Order of Canada di tahun 1996, masuk ke dalam Canadian Songwriters Hall of Fame (2010) dan Rock and Roll Hall of Fame (2013).

Neil Innes (1944 – 2019): Bye Bye Urban Spaceman

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, siapa gerangan Neil Innes sampai-sampai perlu dibuatkan obituari khusus di sini. Jangankan di Indonesia, secara internasional pun namanya kurang begitu dikenal. Namun jika disebutkan beberapa band/proyek yang pernah dikerjakannya: The Bonzo Dog Doo-Dah Band, Monty Python, atau The Rutles. Dua fakta spesifik yang mungkin menarik: Innes mendapatkan kredit penulisan lagu Whatever (Oasis) bersama Noel Gallagher karena kemiripan dengan lagu ciptaannya, How Sweet to Be an Idiot, dan lagu ciptaannya bersama Vivian Stanshall untuk The Bonzo Dog Doo-Dah Band yang berjudul Death Cab for Cutie ditampilkan dalam film Magical Mystery Tour (The Beatles), dan menjadi inspirasi nama band yang didirikan Ben Gibbard di tahun 1997.

Neil James Innes dilahirkan di Inggris pada tanggal 9 Desember 1944. Ia bergabung dengan The Bonzo Dog Dada Band yang dibentuk oleh Vivian Stanshall dan Rodney Slater di tahun 1963. Nama band ini kemudian berubah menjadi The Bonzo Dog Doo-Dah Band dan mencetak hit I’m the Urban Spaceman (nomor 5 di Inggris) pada tahun 1968. Single ini diproduseri oleh Paul McCartney menggunakan nama alias “Apollo C Vermouth”. Sayangnya, The Bonzo Dog Band kemudian bubar di tahun 1969. Innes kemudian bergabung di band The World dan GRIMMS sebelum terlibat dalam Monty Python. Ia menulis lagu, tampil di pertunjukan TV dan film, serta menulis naskah untuk beberapa sketsa, yang membuatnya dijuluki “The Seventh Python”.

Setelah Monty Python’s Flying Circus berakhir, Neil Innes bersama salah satu anggota Python, Eric Idle, mengisi acara The Rutland Weekend Television. Salah satu segmennya menampilkan band yang tampilan dan musiknya sangat mirip dengan The Beatles. Saat klip ini dibawa ke acara Saturday Night Live di Amerika Serikat, muncul gagasan untuk menampilkan band ini, yang dinamakan The Rutles, dalam format film dan album musik. Mockumentary tentang The Rutles, All You Need Is Cash dirilis pada tahun 1978. Neil Innes memerankan Dirk Nasty, yang memarodikan John Lennon. Innes menulis semua lagu soundtrack film ini. The Rutles merilis album keduanya, Archaeology (1996) setelah The Beatles merilis Anthology (1995). Ia juga merilis album solo, salah satunya adalah How Sweet to Be an Idiot yang kemudian mengilhami lagu Oasis yang berjudul Whatever (1994).

Setelah The Rutland Weekend Television, ia mengisi acara Innes Book of Records, bereuni dengan The Bonzo Dog Band, mengisi acara tribute Concert for George, dan membentuk band The Idiot Bastard. Neil Innes meninggal dunia pada tanggal 29 Desember 2019 di Toulouse, Prancis.