Clivillés + Cole (C+C Music Factory)

Para penggemar musik di luar era 80-an dan 90-an mungkin kurang mengenal C+C Music Factory, namun mungkin sudah pernah mendengar hit terbesar mereka, Gonna Make You Sweat, terutama catchphrasenya …. Everybody Dance Now…! Yep, lagu dan frase tersebut sampai hari ini begitu ikonik, sampai-sampai menenggelamkan artis pelantunnya, apalagi kisah di balik lagu, artis musik, sampai drama perebutan hak cipta yang berlangsung selama bertahun-tahun setelah nama C+C Music Factory menghilang dari perhatian publik.


Semuanya berawal dari pertemuan dua orang musisi/DJ, Robert Clivillés dan David Cole di klub Better Days pada akhir dekade 80-an. Mereka kemudian terlibat di sejumlah proyek musik seperti 2 Puerto Ricans, a Blackman, and a Dominican serta 28th Street Crew. Mereka juga memproduksi lagu dan album untuk girl band Seduction dan The Cover Girls. Selain itu, mereka juga memproduksi lagu untuk vokalis The Weather Girls, Marta Wash dan rapper Freedom Wiliams. Dua nama inilah yang kemudian akan terlibat dalam proyek tersukses mereka, C+C Music Factory. Marta Wash lah yang mengisi vokal dalam lagu Gonna Make You Sweat, termasuk frase ikonik Everybody Dance Now. Namun, dalam video klip lagu ini, yang tampil adalah model/penyanyi Zelma Davis. Marta Wash kemudian mengajukan tuntutan hukum, yang berujung pada pencantuman nama Marta Wash pada kredit video Gonna Make You Sweat. Marta Wash kemudian bergabung secara resmi dengan C+C Music Factory untuk album kedua mereka, Anything Goes! (1994).

Di luar C+C Music Factory, Mereka juga merilis singel A Deeper Love sebagai Clivillés + Cole, yang menduduki posisi ke-15 di Inggris. Mereka juga memproduksi lagu-lagu untuk Mariah Carey, di antaranya Emotions dan Make It Happen. Untuk soundtrack film The Bodyguard (1992), mereka memproduksi lagu I’m Every Woman untuk Whitney Houston dan membentuk The S.O.U.L. S.Y.S.T.E.M. yang merekam lagu It’s Gonna Be a Lovely Day. David Cole meninggal dunia pada tahun 1995, Mariah Carey menulis lagu One Sweet Day bersama Walter Affanasief dan Boyz II Men untuk mengenangnya.

C+C Music Factory tidak lagi aktif setelah kematian David Cole, meskipun sempat comeback di tahun 2010. Rapper Freedom WIlliams yang meninggalkan grup ini setelah sukses album pertamanya, sekarang memegang hak atas nama (trademark) C&C Music Factory, dan sampai sekarang tampil di atas panggung mengatasnamakan C&C Music Factory. Sementara Robert Clivillés sebagai pendiri tidak mendapatkan apa-apa. Ironis memang.

Milli Vanilli dan Sejarah Para “Frontman”

Milli Vanilli akan dikenang sebagai “penipu” atau minimal “artis ilpsync”, meskipun kalau dipikir-pikir, duo Rob Pilatus dan Fab Morvan tidaklah mungkin bertindak sendiri, atas inisiatif mereka berdua. Ironisnya, bahwa produser Frank Farian sebagai mastermind utamanya sampai hari ini masih menjalani kariernya seperti biasa, dan tak seorang pun akan mengenangnya sebagai “The Real Milli Vanilli”. Di sisi lain, praktik sejenis dengan Milli Vanilli, sebuah proyek musik dengan dua sisi: seorang atau lebih produser, musisi, dan vokalis yang merekam lagu dan album di studio, dan para performer, biasanya penari dengan tampilan fisik dan kemampuan showmanship yang baik, sebagai “frontman” yang mewakili para produser, musisi, dan vokalis menampilkan lagu-lagu dari album mereka dalam pertunjukan televisi, video klip, dan panggung. Milil Vanilli bukanlah yang pertama, meskipun bisa dibilang yang tersukses, saat mereka mencetak tiga hit nomer satu di Amerika Serikat dan memenangkan penghargaan Grammy untuk artis pendatang baru terbaik. Berikut ini beberapa proyek dengan “dua sisi ”

    1. Boney M.
      Produser asal Jerman, Frank Farian, (atau produser musik pada umumnya) sebenarnya tidak asing dengan praktik “dua sisi” seperti ini. Di awal kariernya, Farian sebenarnya berambisi menjadi penyanyi dan komposer. Namun, ia juga sadar bahwa skill performer-nya sangat kurang untuk bisa mempromosikan lagu-lagu hasil karyanya. Hingga satu saat ia merekam lagu berjudul Baby Do You Wanna Bump yang dirilis atas nama “Boney M.” (diambil dari serial televisi Australia). Tanpa diduga, lagu tersebut sukses di Belanda dan Belgia. Untuk mempromosikan lagi tersebut di televisi, Frank pun merekrut empat “frontmen”: Maizie Williams, Bobby Farrell, Marcia Barrett, dan Liz Mitchell. Pada praktiknya, hanya Liz dan Marcia yang benar-benar menyanyikan lagu-lagu Boney M. di studio, sementara vokal pria diisi oleh Frank Farian sendiri. Meski demikian, untuk penampilan di panggung (live), keempatnya benar-benar mengisi suaranya sendiri. Boney M. kemudian menjadi terkenal di Eropa dan dunia berkat hit-hit seperti: Rivers of Babylon, Daddy Cool, Sunny, Hooray Hooray It’s a Holi-Holiday, Gotta Go Home, Mary’s Boy Child/Oh My Lord, Rasputin, dan Ma Baker.
    2. Village People
      Produser Jacques Morali dan Henri Belolo asal Prancis memulai proyek musiknya di Amerika dengan merekam sejumlah lagu bersama musisi studio dan vokalis, salah satunya adalah Victor Willis. Album pertamanya diberi judul Village People. Setelah album tersebut sukses, Morali dan Belolo pun merekrut “performer” untuk mempromosikan album tersebut di panggung (live) dan televisi. Victor Willis sebagai vokalis utama, ditambah beberapa penari, dengan konsep role playing sesuai stereotype kaum gay: polisi, pekerja konstruksi, penunggang motor gede, tentara/pelaut, Indian, dan koboi. Village People terkenal dengan hit-hit seperti: Macho Man, YMCA, In the Navy, dan Go West.
    3. Tight Fit
      Produser Ken Gold menginisiasi proyek musik untuk merekam medley lagu-lagu hit tahun 60-an mengikuti sukses proyek Starsound (Stars on 45), dengan nama Tight Fit. Rilis singel Back to the 60s sukses menduduki posisi ke-4 di Inggris. Kemudian, produser lain Tim Friese-Greene merekam cover version dari lagu The Lion Sleeps Tonight dan merilisnya atas nama Tight Fit. Kali ini bahkan lebih sukses dari sebelumnya setelah berhasil menduduki posisi pertama di tangga lagu Inggris selama tiga pekan. Vokalis Roy Ward mengisi vokal untuk lagu itu di studio, namun untuk mempromosikan lagu ini di televisi, Friese-Greene merekrut trio Steve Grant, Denise Gyngell, dan Julie Harris sebagai “frontmen”.
    4. Baltimora
      Produser asal Italia Maurizio Bassi merekam singel Tarzan Boy bersama sejumlah musisi studio dan merilisnya atas nama Baltimora. Untuk mempromosikan lagu ini di televisi, ia merekrut aktor dan penari keturunan Irlandia Utara, Jimmy McShane. Tarzan Boy menjadi hit di Eropa, menduduki posisi ketiga di Inggris dan posisi pertama di Prancis dan Belanda. Di Amerika Serikat, lagu ini bertahan selama enam bulan di Billboard Hot 100 dan menduduki posisi ke-13.
    5. Milli Vanilli
      Akhirnya kita sampai pada topik utama kita. Milli Vanilli adalah dua kisah yang terpisah. Kisah pertama adalah dua anak muda, Robert Pilatus asal Jerman dan Fabrice Morvan asal Prancis yang bertemu dan sepakat berduet dengan nama Milli Vanilli. Kisah kedua adalah produser Frank Farian yang membuat proyek baru dengan musisi studio dan vokalis dan rapper asal Amerika Serikat Brad Howell dan Charles Shaw, serta dua bersaudara Jodie dan Linda Rocco sebagai vokalis latar. Rob dan Fab kemudian menandatangani kontrak dengan Frank Farian dan diharuskan untuk menampilkan lagu-lagu yang telah direkam sebelumnya secara playback/lipsync. Saat Milli Vanilli mencapai sukses, Charles Shaw sempat bersuara mengenai keterlibatannya sebagai vokalis asli pada lagu-lagu Milli Vanilli. Shaw kemudian menarik pernyataannya, dan posisinya digantikan John Davis. Pada akhirnya, setelah “skandal” ini terbongkar, album-album Milli Vanilli dicueki di pasaran (termasuk proyek lanjutannya, The Real Milli Vanilli, yang menampilkan vokalis/frontmen baru seperti Ray Horton dan Gina Mohammed), begitu pun album Rob & Fab (dengan suara asli mereka). Pada tahun 1998 Frank Farian akhirnya bersedia merekam album baru Milli Vanilli dengan vokal asli Rob dan Fab berjudul Back and in Attack. Namun, Rob terlibat dalam berbagai masalah hukum menjelang rilis album tersebut dan akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kamar hotelnya di Frankfurt, Jerman. Album itu pun sampai sekarang tidak pernah dirilis. Fab Morvan kemudian melanjutkan kariernya sebagai DJ dan pembicara publik.