Milli Vanilli dan Sejarah Para “Frontman”


Milli Vanilli akan dikenang sebagai “penipu” atau minimal “artis ilpsync”, meskipun kalau dipikir-pikir, duo Rob Pilatus dan Fab Morvan tidaklah mungkin bertindak sendiri, atas inisiatif mereka berdua. Ironisnya, bahwa produser Frank Farian sebagai mastermind utamanya sampai hari ini masih menjalani kariernya seperti biasa, dan tak seorang pun akan mengenangnya sebagai “The Real Milli Vanilli”. Di sisi lain, praktik sejenis dengan Milli Vanilli, sebuah proyek musik dengan dua sisi: seorang atau lebih produser, musisi, dan vokalis yang merekam lagu dan album di studio, dan para performer, biasanya penari dengan tampilan fisik dan kemampuan showmanship yang baik, sebagai “frontman” yang mewakili para produser, musisi, dan vokalis menampilkan lagu-lagu dari album mereka dalam pertunjukan televisi, video klip, dan panggung. Milil Vanilli bukanlah yang pertama, meskipun bisa dibilang yang tersukses, saat mereka mencetak tiga hit nomer satu di Amerika Serikat dan memenangkan penghargaan Grammy untuk artis pendatang baru terbaik. Berikut ini beberapa proyek dengan “dua sisi ”

    1. Boney M.
      Produser asal Jerman, Frank Farian, (atau produser musik pada umumnya) sebenarnya tidak asing dengan praktik “dua sisi” seperti ini. Di awal kariernya, Farian sebenarnya berambisi menjadi penyanyi dan komposer. Namun, ia juga sadar bahwa skill performer-nya sangat kurang untuk bisa mempromosikan lagu-lagu hasil karyanya. Hingga satu saat ia merekam lagu berjudul Baby Do You Wanna Bump yang dirilis atas nama “Boney M.” (diambil dari serial televisi Australia). Tanpa diduga, lagu tersebut sukses di Belanda dan Belgia. Untuk mempromosikan lagi tersebut di televisi, Frank pun merekrut empat “frontmen”: Maizie Williams, Bobby Farrell, Marcia Barrett, dan Liz Mitchell. Pada praktiknya, hanya Liz dan Marcia yang benar-benar menyanyikan lagu-lagu Boney M. di studio, sementara vokal pria diisi oleh Frank Farian sendiri. Meski demikian, untuk penampilan di panggung (live), keempatnya benar-benar mengisi suaranya sendiri. Boney M. kemudian menjadi terkenal di Eropa dan dunia berkat hit-hit seperti: Rivers of Babylon, Daddy Cool, Sunny, Hooray Hooray It’s a Holi-Holiday, Gotta Go Home, Mary’s Boy Child/Oh My Lord, Rasputin, dan Ma Baker.
    2. Village People
      Produser Jacques Morali dan Henri Belolo asal Prancis memulai proyek musiknya di Amerika dengan merekam sejumlah lagu bersama musisi studio dan vokalis, salah satunya adalah Victor Willis. Album pertamanya diberi judul Village People. Setelah album tersebut sukses, Morali dan Belolo pun merekrut “performer” untuk mempromosikan album tersebut di panggung (live) dan televisi. Victor Willis sebagai vokalis utama, ditambah beberapa penari, dengan konsep role playing sesuai stereotype kaum gay: polisi, pekerja konstruksi, penunggang motor gede, tentara/pelaut, Indian, dan koboi. Village People terkenal dengan hit-hit seperti: Macho Man, YMCA, In the Navy, dan Go West.
    3. Tight Fit
      Produser Ken Gold menginisiasi proyek musik untuk merekam medley lagu-lagu hit tahun 60-an mengikuti sukses proyek Starsound (Stars on 45), dengan nama Tight Fit. Rilis singel Back to the 60s sukses menduduki posisi ke-4 di Inggris. Kemudian, produser lain Tim Friese-Greene merekam cover version dari lagu The Lion Sleeps Tonight dan merilisnya atas nama Tight Fit. Kali ini bahkan lebih sukses dari sebelumnya setelah berhasil menduduki posisi pertama di tangga lagu Inggris selama tiga pekan. Vokalis Roy Ward mengisi vokal untuk lagu itu di studio, namun untuk mempromosikan lagu ini di televisi, Friese-Greene merekrut trio Steve Grant, Denise Gyngell, dan Julie Harris sebagai “frontmen”.
    4. Baltimora
      Produser asal Italia Maurizio Bassi merekam singel Tarzan Boy bersama sejumlah musisi studio dan merilisnya atas nama Baltimora. Untuk mempromosikan lagu ini di televisi, ia merekrut aktor dan penari keturunan Irlandia Utara, Jimmy McShane. Tarzan Boy menjadi hit di Eropa, menduduki posisi ketiga di Inggris dan posisi pertama di Prancis dan Belanda. Di Amerika Serikat, lagu ini bertahan selama enam bulan di Billboard Hot 100 dan menduduki posisi ke-13.
    5. Milli Vanilli
      Akhirnya kita sampai pada topik utama kita. Milli Vanilli adalah dua kisah yang terpisah. Kisah pertama adalah dua anak muda, Robert Pilatus asal Jerman dan Fabrice Morvan asal Prancis yang bertemu dan sepakat berduet dengan nama Milli Vanilli. Kisah kedua adalah produser Frank Farian yang membuat proyek baru dengan musisi studio dan vokalis dan rapper asal Amerika Serikat Brad Howell dan Charles Shaw, serta dua bersaudara Jodie dan Linda Rocco sebagai vokalis latar. Rob dan Fab kemudian menandatangani kontrak dengan Frank Farian dan diharuskan untuk menampilkan lagu-lagu yang telah direkam sebelumnya secara playback/lipsync. Saat Milli Vanilli mencapai sukses, Charles Shaw sempat bersuara mengenai keterlibatannya sebagai vokalis asli pada lagu-lagu Milli Vanilli. Shaw kemudian menarik pernyataannya, dan posisinya digantikan John Davis. Pada akhirnya, setelah “skandal” ini terbongkar, album-album Milli Vanilli dicueki di pasaran (termasuk proyek lanjutannya, The Real Milli Vanilli, yang menampilkan vokalis/frontmen baru seperti Ray Horton dan Gina Mohammed), begitu pun album Rob & Fab (dengan suara asli mereka). Pada tahun 1998 Frank Farian akhirnya bersedia merekam album baru Milli Vanilli dengan vokal asli Rob dan Fab berjudul Back and in Attack. Namun, Rob terlibat dalam berbagai masalah hukum menjelang rilis album tersebut dan akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kamar hotelnya di Frankfurt, Jerman. Album itu pun sampai sekarang tidak pernah dirilis. Fab Morvan kemudian melanjutkan kariernya sebagai DJ dan pembicara publik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.