Diane Warren #1s Playlist

  • Starship – Nothing’s Gonna Stop Us Now (1987) US #1, UK #1
  • Aswad – Don’t Turn Around (1988) US #45, UK #1
  • Taylor Dayne – Love Will Lead You Back (1989) US #1, UK #69
  • Bad English – When I See You Smile (1989) US#1, UK #61
  • Milli Vanilli – Blame It on the Rain (1989) US #1, UK #52
  • Chicago – Look Away (1989) US #1, UK #77
  • Celine Dion – Because You Loved Me (1996) US #1, UK #5
  • Toni Braxton – Un-Break My Heart (1996) US #1, UK #2
  • Brandy – Have You Ever? (1998) US #1, UK #13
  • Aerosmith – I Don’t Want to Miss a Thing (1998) US #1, UK #4
  • LeAnn Rimes – Can’t Fight the Moonlight (2000) US #11, UK #1
  • Lou Ottens, Penemu Kaset (dan CD) Meninggal Dunia

    Mungkin tidak banyak yang memperhatikan saat kabar ini pertama menyebar. Lodewijk Frederik Ottens, seorang engineer di perusahaan elektronik Philips, meninggal dunia pada 6 Maret 2021 di usia 94 tahun. Lou Ottens dilahirkan di Bellingwolde pada tahun 1926 dan sangat menggemari elektronik sejak muda. Saat pendudukan Jerman di Perang Dunia II, ia merakit radio sendiri untuk menerima siaran Radio Oranje, lengkap dengan antena yang dirancang khusus untuk menghindari pengacak sinyal milik Jerman. Ottens mulai bekerja di Philips pada tahun 1952, kemudian dipromosikan ke bagian pengembangan produk pada tahun 1960.

    Lou Ottens dan Ciptaannya (sumber: nrc.nl)

    Ottens kemudian mengembangkan kaset (cassette tape) untuk mengatasi kelemahan reel-to-reel tape yang besar dan berat, sehingga tidak mudah digunakan atau dibawa-bawa. Ia kemudian mengembangkan casing seukuran kantung baju/celana, sehingga mudah untuk dibawa ke mana-mana. Pada tahun 1963, kaset mulai diperkenalkan pada pameran elektronik, yang menarik perhatian sejumlah pengunjung asal Jepang. Beberapa waktu kemudian, muncullah produk serupa kaset di Jepang, namun dengan ukuran yang lebih besar. Ottens merasa ini tidak sesuai dengan tujuannya menciptakan kaset, sehingga ia meyakinkan Philips untuk melisensikan desain kaset kepada Sony dan membuatnya menjadi standar industri. And the rest is history…

    Perbandingan Reel-to-Reel dan Cassette Tape (sumber: imagefilms.net)

    Kaset pun menjadi format rekaman populer, terutama karena lebih murah dan praktis dibandingkan priringan hitam, selain kapasitasnya yang lebih besar (60 – 90 menit musik pada kaset dibandingkan 45 menit pada piringan hitam). Kaset juga lebih mudah direkam, sehingga muncullah trend “mixtape” yaitu merekam lagu-lagu pilihan dari koleksi piringan hitam ke dalam satu kaset. Bila generasi sekarang mengenal playlist di layanan streaming musik, generasi “ABG” mempunyai mixtape sebagai playlist pada zaman itu. Di Indonesia, kaset menjadi format utama untuk distribusi musik dan untuk mengakomodasi pembuatan mixtape, muncullah produk double deck tape recorder yang bisa merekam dari satu kaset ke kaset lain.

    Double Deck Tape (Compo) (Sumber: jualo.com)

    Ottens kemudian menjadi direktur audio pada Philips NatLab pada tahun 1972 yang saat itu mulai mengembangkan Compact Disc (CD). Lewat kerja sama dengan Sony, CD akhirnya distandardisasi pada tahun 1980. Ottens akhirnya pensiun di tahun 1986. Ia sempat mengungkapkan kekecewaan pada perusahan tempatnya bekerja, Philips, yang dinilainya kurang inovatif dibandingkan perusahaan Jepangg seperti Sony. Produk walkman, yang dikembangkan pertama kali oleh Sony, menurutnya adalah aplikasi paling ideal untuk kaset. Sony juga meluncurkan produk CD setahun lebih dulu dibandingkan Philips pada 1982. Ia juga mengkritik kebangkitan kembali piringan hitam (dan kaset) di kalangan konsumen (khususnya audiophile). Menurut pendapatnya, suara yang dihasilkan piringan hitam tidaklah lebih baik dibandingkan CD, dan kesan “hangat” yang didapatkan penggemar piringan hitam adalah sepenuhnya psikologis.