R.I.P Chris Squire (Yes)

Kabar duka kembali datang dari dunia musik Rock: pemain bass dan pendiri grup Progressive Rock asal Inggris Yes, Chris Squire meninggal dunia pada tanggal 27 Juni 2015. Terlahir dengan nama Christopher Russell Edward Squire pada 4 Maret 1948 di London, Chris Squire mendirikan Yes bersama vokalis Jon Anderson di tahun 1968. Sejak debut pertamanya, formasi Yes banyak mengalami perubahan, namun Squire selalu ada di sana. Squire menjadi identik dengan Yes selama 47 tahun eksistensinya, melalui fase kejayaan Progressive Rock di pertengahan 70-an, krisis di awal 80-an, kebangkitan kembali di album 90125 (1983), perpecahan Yes vs ABWH (1988), serta dekade 90-an dan 2000-an yang sulit. (Sumber:: yesworld.com)

Selain bersama Yes, Squire juga merilis dua album solo: Fish Out of Water (1975) dan Chris Squire’s Swiss Choir (2007). Ia juga terlibat di berbagai projek seperti XYZ (bersama Alan White dan Jimmy Page), Conspiracy (bersama Billy Sherwood), dan Squackett (bersama Steve Hackett). Bulan Mei 2015, Squire dikabarkan menjalani perawatan akibat penyakit kanker darah (leukemia) yang dideritanya dan posisinya digantikan oleh BIlly Sherwood. Jasadnya dikremasi pada tanggal 1 Juli 2015 dan dimakamkan pada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli.

Chris Squire Tribute Page

Iklan

Keluarga Jackson dan Para “Kembarannya”

Silsilah Keluarga Jackson (Sumber: HLNTV)

Beberapa waktu lalu, Lawnosta pernah membahas dua vokalis perempuan bernama “cuma mirip”, kini giliran musisi laki-laki, yang kebetulan bernama belakang Jackson. Kita tahu mengenai keluarga Jackson dari Gary, Indiana, Amerika Serikat yang terdiri atas 9 bersaudara, 6 pria (Jackie, Tito, Jermaine, Marlon, Michael, Randy) dan 3 wanita (Rebbie, La Toya, Janet), yang sama-sama terjun ke dunia musik dengan level sukses yang bervariasi. Diawali dengan grup The Jackson 5 di tahun 1970, disusul solo karier masing-masing mulai dekade 80-an. Jackson bersaudara dilahirkan dari pasangan Joseph (Joe) dan Katherine Jackson yang masing-masing juga musisi, meskipun tidak secara profesional. Berikut ini tiga musisi/artis yang kebetulan punya nama mirip dengan anggota keluarga Jackson:

  1. Joe Jackson
    Musisi Inggris ini dilahirkan dengan nama David Ian Jackson pada tahun 1954. Ia dipanggil Joe karena (konon) kemiripannya dengan karakter Joe 90 dari serial televisi, The Adventures of Joe 90. Artis ini tidak terlalu dikenal di Indonesia, namun demikian albumnya di tahun 1982, Night and Day, dan juga hit singelnya, Steppin’ Out, berhasil menembus Top 10 di Amerika Serikat dan Inggris.

    Joe Jackson (Sumber: Wikipedia)

  2. Randy Jackson
    Terlahir dengan nama Randall Darius Jackson pada tahun1956, musisi kulit hitam a pemain bass untuk grup Journey di album Raised on Radio (1986), namun akhirnya lebih dikenal sebagai anggota dewan juri reality show American Idol selama 12 season (2002 – 2013) di antaranya bersama Paula Abdul dan Simon Cowell.

    Randy Jackson (Sumber: Wikipedia)

  3. Michael (Mick) Jackson
    Terlahir dengan nama Michael George Jackson di tahun 1947, musisi ini terkenal lewat lagu Blame It on the Boogie di tahun 1978 yang ditulis bersama adiknya, David Jackson dan Elmar Krohn. Saat Mick dan grupnya sedang merekam lagu ini, publisher mereka menawarkan lagu ini kepada seseorang yang ternyata adalah salah seorang dari tim manajemen grup asal Amerika Serikat The Jacksons, dengan vokalis utamanya yaitu: Michael Jackson! The Jacksons segera merekam lagu ini dan merilisnya dalam waktu hampir bersamaan dengan Mick Jackson. Lagu yang sama dan dinyanyikan oleh dua artis bernama (kebetulan) sama ini oleh pers saat itu disebut Battle of the Boogie. Akhirnya, versi The Jacksons lebih sukses, menduduki posisi ke-8 di Inggris, sementara versi Mick Jackson menduduki posisi ke-15. Sampai kini, masih banyak yang menganggap lagu Blame It on the Boogie ditulis oleh Michael Jackson.

    Mick Jackson (Sumber: mickjacksonmusic.com)

    Uniknya lagi, singel berikutnya dari Mick Jackson, Weekend, dirilis pada waktu bersamaan dengan singel The Jacksons, Destiny, di Inggris. Kedua artis pun tampil di acara Top of the Pops secara bersamaan.

Membangun Streaming Radio Gratis

Dulu, rasanya hanya bermimpi untuk dapat membuat siaran radio streaming di internet, apalagi gratis. Namun sekarang, dengan perkembangan terbaru, sudah ada beberapa layanan gratis untuk menyiarkan radio di internet, antara lain:

Teknologi yang digunakan umumnya adalah SHOUTcast/Icecast, kecuali StreamerP2P yang menggunakan sistem peer-to-peer. Yang perlu disiapkan adalah:

  1. PC/Laptop yang terhubung dengan internet
  2. Software: Winamp+Plugin/Mixx/SAM Broadcaster dan LAME encoder.
  3. Materi: Lagu, Podcast, Rekaman suara

Langkah-langkah menyiapkan siaran radio streaming via internet:

  1. Mendaftar di salah satu layanan di atas, setelah berhasil login ke control panel kita akan mendapatkan setting IP (hostname), port, mountpoint, bitrate, dan user/password.
  2. Di komputer (PC/Laptop) dilakukan instalasi software (Winamp+Plugin, Mixx, SAM Broadcaster)
  3. Lakukan konfigurasi broadcast
  4. Set playlist dan mulai siaran
  5. Pendengar radio bisa mengakses situs web radio atau menggunakan software media player (Winamp, VLC, Windows Media Player, iTunes, RealPlayer)

Sebagai contoh, di bawah ini diuraikan langkah-langkah mengeset Lawnosta on Air:

  1. Mendaftar ke situs Caster.fm, Anda akan mendapatkan e-mail aktivasi
  2. Setelah berhasil diaktivasi, Anda akan masuk ke control panel untuk mengisi setting detail mengenai radio streaming Anda
  3. Nyalakan server Anda dengan mengklik Start Server pada toolbar
  4. Download software yang diperlukan di tab Downloads pada Dashboard
  5. Instalasikan Winamp di laptop disusul plugin Edcast for winamp. Ekstrak file lame-enc.dll ke direktori winamp.
  6. Konfigurasikan plugin Edcast, masuk ke Options, Plug-ins, DSP/Effect
  7. Klik tombol Add Encoder
  8. Klik kanan pada entri baru, pilih Configure
  9. Sesuaikan dengan setting di Caster.fm
  10. Klik tombol Connect
  11. Setelah berhasil terhubung, bisa dimulai siaran dengan mengeset playlist pada winamp
  12. Akses radio streaming lewat alamat web yang didapatkan (lawnosta.caster.fm)

2012 in review

Laporan tahunan untuk Lawnosta-B (dalam Bahasa Inggris):

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 82.000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Burung Merak itu Telah Terbang

Baru saja kita dikejutkan dengan meninggalnya Mbah Surip, dua hari kemudian kita kehilangan lagi sosok seniman (yang jauh lebih) besar, Willibrordus Surendra Broto alias Wahyu Sulaiman Rendra, yang dikenal dengan WS Rendra. Kita baru disadarkan akan kondisi seniman yang terkenal dengan julukan Burung Merak ini gara-gara wasiat Mbah Surip yang ingin dimakamkan di kompleks Bengkel Teater, dan bahwa Rendra tidak bisa menghadiri pemakaman Mbah Surip disebabkan kondisinya yang sedang opname di rumah sakit. Ternyata, hanya berselang dua hari kemudian Beliaunya sendiri menyusul sahabatnya menghadap Yang Maha Kuasa.

Rendra dikenal sebagai seniman serbabisa. Lebih dulu mencuat sebagai Penyair, juga berkiprah di teater lewat Bengkel Teaternya, pernah membintangi film Al Kautsar, dan terlibat dalam proyek musik Kantata sebagai penulis lirik.Sebagaimana puisi-puisinya yang sering bernada tajam mengritisi rezim yang sedang berkuasa, Rendra sering terjun dalam kegiatan politik dan kemasyarakatan. Tak terasa beliau sudah menginjak usia 74 tahun, dan seolah tak tergantikan oleh yang lain.

Penulis terkenang saat pertama kali berlatih membaca puisi untuk sebuah lomba waktu duduk di kelas empat SD. Puisi itu berjudul Balada Terbunuhnya Atmo Karpo, karya Rendra. Penulis tidak pernah mengikuti satupun lomba baca puisi, namun puisi itu secara tidak langsung mengilhami Penulis untuk mulai menulis puisi saat SMP, meskipun saat ini pun sudah mulai jarang. Saat belajar sastra di SMP, Rendra juga termasuk salah satu yang digolongkan angkatan 50-an, yang berarti sudah 50 tahun lebih berkiprah di dunia sastra Indonesia. Saat munculnya Kantata Takwa di tahun 1990, yang lirik lagu-lagunya sebagian ditulis oleh Rendra semakin menguatkan eksistensinya di mata masyarakat. Saat menjadi mahasiswa, kesempatan untuk menyimak karya-karyanya semakin terbuka dengan membaca buku-buku kumpulan puisi Rendra koleksi teman.

Selamat Jalan Rendra, semoga kepergianmu menginspirasi generasi mendatang untuk mengepak sayap burung merak (ataukah rajawali) semakin tinggi.