Happy Centennial… Dame Vera Lynn

Tidak banyak dari kita yang mencapai usia 100 tahun, apalagi mereka yang berstatus artis/selebriti. Vera Margaret Welch, yang dikenal dengan nama panggungnya Vera Lynn, dilahirkan pada tanggal 20 Maret 1917 di Inggris. Ini berarti seminggu lagi, beliau akan merayakan ulang tahun ke-100 (centennial). Vera mulai tampil di publik pada usia tujuh tahun dengan menggunakan nama keluarga neneknya, Lynn. Pada tahun 1936 ia merekam singel pertamanya, Up the Wooden Hill to Berfordshire. Vera Lynn dikenal luas setelah merekam lagu We’ll Meet Again di tahun 1939. Lagu yang ditulis oleh Ross Parker dan Hughie Charles ini lmenjadi populer di kalangan prajurit selama Perang Dunia II. Dalam sebuah polling Vera menjadi penyanyi terfavorit di antara pasukan Inggris selama perang dan memberinya julukan “The Forces’ Sweetheart” Lagu lainnya yang terkenal di masa perang adalah (There’ll be Bluebirds Over) The White Cliffs of Dover yang bercerita tentang skuadron pesawat tempur sekutu. Selama perang, Vera meluncurkan program radio khusus untuk mengirim pesan bagi prajurit Inggris yang bertempur di garis depan. Pada tahun 1943, Vera membintangi film We’ll Meet Again bersama aktor Geraldo.

Setelah perang, Vera melanjutkan kariernya di dunia musik. Di tahun 1952, ia menjadi artis Inggris pertama yang menduduki posisi pertama di tangga lagu Amerika Serikat lewat lagu Auf Wiederseh’n Sweetheart. Sedangkan di Inggris Vera juga menempatkan hit nomor satu My Son, My Son di tahun 1954. Pada tahun 2009 album kompilasinya, Well Meet Again: The Very Best of Vera Lynn menduduki posisi pertama di Inggris, menjadikannya artis tertua yang menduduki posisi pertama di tangga album Inggris pada usia 92 tahun. Pada tahun 2014, album kompilasinya National Treasure: Ultimate Collection menduduki posisi ke-13 di Inggris. Untuk ulang tahunnya ke-100 direncanakan untuk perilisan album Vera Lynn 100 yang berisi aransemen baru lagu-lagu hitnya. Selain itu, juga akan dirilis album Her Greatest from Abbey Road yang berisi rekaman lagu-lagu hitnya yang dibuat di studio legendaris Abbey Road, ditambah lima rekaman yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Vera Lynn menerima beberapa penghargaan dari kerajaan Inggris atas jasa-jasanya selama Perang Dunia II, termasuk Dame Commander of the Order of the British Empire (DBE) pada tahun 1975. Grup rock Pink Floyd dalam albumnya The Wall (1979) merekam lagu berjudul Vera, yang liriknya mengacu pada Vera Lynn dan hit populernya We’ll Meet Again:

Does anybody remember Vera Lynn?
Remember how she said that we would meet again, some sunny day?
Vera! Vera! what has become of you?
Does anybody else in here feel the way I do?

Close (Y)Our Eyes…Tommy Page

Akhirnya blog ini benar-benar berubah menjadi rangkaian obituari artis/musisi era 70an-90an. Meskipun telah berusaha menyeleksi, Penulis tidak bisa mengabaikan rentetan kabar duka sepanjang dua tahun terakhir ini. Kabar terakhir menyebutkan bahwa penyanyi, penulis lagu, dan eksekutif musik Tommy Page meninggal dunia pada 3 Maret 2017 lalu, diduga bunuh diri. Terlahir sebagai Thomas Alden Page di New Jersey, USA pada tanggal 24 Mei 1970, pada usia 16 tahun ia bekerja sebagai penjaga titipan mantel di sebuah klub di New York ketika demo tapenya yang dimainkan oleh DJ setempat menarik perhatian Seymour Stein, pemilik label Sire Records. Dua tahun kemudian ia menulis lagu untuk film Shag dan album perdananya dirilis, dengan singel A Shoulder to Cry on menembus Billboard Hot 100 di posisi ke-29. Page kemudian menjadi pembuka tur New Kids on the Block dan bersama dua personel NKOTB Jordan Knight dan Danny Wood ia menulis lagu I’ll Be Your Everything. Lagu itu ditawarkan kepada Jordan untuk dibawakan NKOTB sebelum akhirnya Page memutuskan untuk merekamnya sendiri untuk album keduanya Paintings on My Mind (1990). Personel NKOTB lainnya, Donnie Wahlberg memproduksi trek ini bersama Jordan Knight dan musisi/produser Michael Jonzun. I’ll Be Your Everything berhasil menduduki posisi pertama di Billboard Hot 100 pada minggu kedua April 1990. Album-album Tommy Page selanjutnya tidak mampu menyamai sukses album keduanya, namun popularitasnya di Asia masih cukup tinggi. Page kemudian melanjutkan sekolahnya dan menjadi eksekutif di bidang musik setelah lulus. Ia bekerja di Warner Bros, Billboard, Pandora, dan terakhir menjabat sebagai Vice President of musical partnership untuk Village Voice. Ia meninggalkan tiga anak bersama partnernya, Charlie. Di masa jayanya, Tommy Page adalah ikon musik bagi remaja (putri) bersama New Kids on the Block.

John Wetton (1949 – 2017)

Berita duka di dunia hiburan, termasuk musik, nampaknya belum berakhir sejak tahun 2016. Fans musik rock progresif baru saja kehilangan Keith Emerson, Chris Squire, Greg Lake, dan sekarang kembali kehilangan John Wetton yang meninggal dunia pada 31 Januari 2017 akibat sakit kanker. Terlahir sebagai John Kenneth Wetton di Derbyshire, Wetton mulai dikenal saat bergabung dengan King Crimson di tahun 1972. Setelah Robert Fripp membubarkan King Crimson di tahun 1974, Wetton bersama Bill Bruford membentuk supergrup U.K. bersama Eddie Jobson dan Allan Holdsworth. Bruford dan Holdsworth kemudian keluar dan Terry Bozzio masuk. Tahun 1981 U.K. bubar, John Wetton pun bergabung dengan Steve Howe, Carl Palmer, dan Geoffrey Downes dalam supergrup Asia. Asia mencetak sukses dengan album perdananya yang menjadi album terlaris tahun 1982 dan hit top 10 Heat of the Moment. Perjalanan Asia penuh liku, setelah album kedua Alpha (1983) gagal menyamai pendahulunya, Wetton sempat keluar untuk digantikan Greg Lake, namun kembali lagi untuk merekam album Astra (1985) dengan Mandy Meyer menggantikan Steve Howe. Di tahun 1990, Wetton, Palmer, dan Downes kembali merekam lagu baru untuk album Then & Now, sebelum kembali bubar.Wetton dan Downes kemudian berkolaborasi dalam projek iCon sebelum bereuni dengan Howe dan Palmer kembali dalam grup Asia di tahun 2006. Reuni ini menghasilkan tiga album: Phoenix (2008), Omega (2010), dan XXX (2012). Steve Howe kemudian keluar dan digantikan Sam Coulson. Formasi terakhir ini menghasilkan album Gravitas (2014). Selain di King Crimson, U.K., dan Asia, Wetton juga bergabung dengan Uriah Heep (1975 – 1976), Jack-Knife (1979), Wishbone Ash (1980), dan Qango (1999 – 2000). Ia juga merilis enam album solo.

R.I.P. Al Jarreau

Al Jarreau, terlahir sebagai Alwin Lopez Jarreau pda tahun 1940 di Milwaukee, Amerika Serikat. Menariknya, menyanyi bukanlah pilihan karier baginya. Selain menjalani studi di bidang psikologi hingga jenjang pascasarjana, olah raga juga merupakan bidang kegemarannya. Barulah di tahun 1967, Al tampil bersama gitaris Julio Martinez di klub malam Gatsby’s di Sausalito yang membulatkan tekadnya terjun di musik. Namun baru di tahun 1975 ia mendapatkan kontrak rekaman dari Warner Bros dengan merilis album perdananya, We Got By. Di tahun 1978, ia meraih penghargaan Grammy untuk penampilan jazz dengan vokal terbaik, pertama dari tujuh yang diterima sepanjang hayatnya. Di tahun 1981, album Breakin’ Away menjadi puncak kesuksesannya. Hit We’re in This Love Together menembus posisi ke-15 di Billboard Hot 100 dan memenangkan dua grammy untuk penampilan pop dan jazz dengan vokal pria terbaik serta dinominasikan untuk album terbaik. Al juga banyak menyanyikan lagu tema untuk film dan televisi. Yang paling dikenal adalah lagu tema untuk serial televisi Moonlighting (1989). Al Jarreau meninggal pada 12 Februari 2017, sebulan sebelum ulang tahunnya ke-77. Al mempunyai gaya vokal unik yang dikenal sebagai scat singing dan vocal percussion. Dua hit yang menggunakan teknik ini di antaranya Spain (I Can Recall) dan Roof Garden.

Billy Vera, Artis Multitalenta

Naik turunnya karier bermusik seseorang tidak ditentukan oleh bakat dan kerja keras semata, namun juga keberuntungan. Menjadi seorang “one hit wonder” tidaklah selalu memalukan, apalagi jika hit itu terjadi akibat faktor keberuntungan yang dominan. Ambillah contoh seorang artis, musisi, komposer, dan aktor bernama Billy Vera. Terlahir dengan nama William McCord Jr. pada tahun 1944, ia mengawali kariernya sebagai penulis lagu dan vokalis di era 60-an. Salah satu lagunya Storybook Children mungkin cukup familiar di telinga penggemar lagu-lagu nostalgia (oldies). Lagu ini ditulisnya bersama Chip Taylor dan dinyanyikannya bersama vokalis wanita berkulit hitam, Judy Clay dan dirilis pada tahun 1967. Di luar itu, kariernya terhitung datar-datar saja. Di tahun 1979, lagu yang ditulisnya untuk Dolly Parton, I Really Got the Feeling, hanya menjadi sisi B (bonus track) untuk single Baby, I’m Burning. Di luar dugaan, publik lebih menyukai lagu karyanya, dan I Really Got the Feeling memuncaki tangga lagu Billboard Hot Country Singles di bulan Januari 1979.

Memasuki dekade 80-an, Billy bertemu teman lamanya, pemain bass Chuck Fiore. Keduanya sepakat membentuk band yang dinamakan The Beaters. Band ini kemudian dikontrak oleh label rekaman asal Jepang, Alfa Records dengan nama Billy & The Beaters. Album perdana mereka dirilis pad atahun 1981 dan single I Can Take Care of Myself menduduki posisi ke-39 di Billboard Hot 100. Namun, rilis single kedua mereka terganggu saat staf promosi Alfa Records mengundurkan diri. Single kedua mereka, At This Moment, hanya menduduki posisi ke-79. Setahun kemudian Alfa Records menutup operasinya di Amerika Serikat dan Billy & The Beaters pun kehilangan kontrak rekamannya. Band ini masih tampil di klub-klub seputar California. Suatu malam, produser serial televisi Family Ties menyaksikan penampilan mereka yang membawakan lagu At This Moment. Sang produser kemudian menggunakan lagu tersebut untuk salah satu episode di season ke-4 Family Ties. Lagu itu ternyata disukai oleh para penggemar Family Ties, sementara album Billy & The Beaters sudah tidak beredar di pasaran setelah label rekamannya gulung tikar. Billy kemudian menghubungi beberapa label, namun tak satu pun tertarik, sampai akhirnya ia bertemu Richard Foos, pemilik label Rhino Records. Foos setuju untuk mengedarkan ulang At This Moment, yang kemudian menjadi hit nomor satu di Billboard Hot 100 pada akhir Januari 1987  setelah kembali digunakan dalam season kelima Family Ties. Kali ini, nama yang digunakan adalah Billy Vera & The Beaters.

Billy Vera juga menjalani karier sebagai aktor, terutama televisi. Kesuksesan At This Moment membuat Billy Vera & The Beaters tampil dan mengisi oundtrack untuk film Blind Date (1987) yang dibintangi Bruce Wilis dan Kim Basinger. Selain itu, Billy Vera juga dikenal sebagai ahli sejarah musik dan banyak menulis catatan (liner notes) untuk album-album reissue dan boxset. Pada tahun 2013 ia memenangkan Grammy Award untuk Best Album Notes yang ditulisnya untuk Singular Genius: The Complete ABC Singles dari Ray Charles.

The Last Christmas of George Michael

Makna yang berbeda dari judul salah satu lagu terpopuler karya George Michael yang dibawakan bersama Andrew Ridgeley (Wham!) ini terngiang begitu mendengar kabar duka ini. Terlahir sebagai Georgios Kyriacos Panayiotou pada tanggal 25 Juni 1963 di London, ia bertemu Andrew Ridgeley saat keduanya bersekolah di Bushey Meads School. Keduanya membentuk Wham! di tahun 1981. Album perdana mereka, Fantastic (1982) menduduki posisi puncak di tangga lagu Inggris. Album kedua mereka, Make It Big (1984) membawa mereka merajai tangga lagu di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat dengan lagu-lagu hit seperti Wake Me Up Before You Go Go, Freedom, Last Christmas, Everything She Wants, I’m Your Man, dan The Edge of Heaven. Tahun 1986 Wham! membubarkan diri, dan George Michael mulai bersolo karier dengan meluncurkan single I Want Your Sex.

Sebelum Wham! bubar, George Michael sebenarnya sudah mulai bersiap untuk solo karier dengan single seperti Careless Whisper dan A Different Corner. Di tahun 1987 George merilis album solo pertamanya, Faith. Album ini sukses terjual 25 juta kopi di seluruh dunia, memenangkan penghargaan Grammy untuk album terbaik, dan melahirkan hit seperti Faith, Father Figure, Monkey, Kissing a Fool, dan One More Try. Album keduanya, Listen Without Prejudice Volume 1 (1990) dibuat dengan ambisi untuk menunjukkan sisi lain dirinya sebagai artis yang serius. Hasilnya, album ini tidak sesukses Faith, meskipun masih melahirkan hit seperti Praying for Time dan Freedom ’90. Alhasil, tidak ada Listen Without Prejudice Volume 2. Yang terjadi adalah George Michael menuntut labelnya, Sony Music, karena dianggap tidak mempromosikan albumnya. Album-album George berikutnya seperti Older (1994), Songs from the Last Century (1999), Patience (2004), dan Symphonica (2014) masih mencetak sukses di Inggris dan Eropa, namun tidak banyak dikenal di Amerika Serikat. George justru lebih dikenal karena skandal di luar musik, terutama soal orientasi seksualnya. Selain solo karier dan Wham!, George Michael juga mencetak sukses lewat kolaborasinya dengan  Aretha Franklin (I Knew You Were Waiting), Elton John (Don’t  Let the Sun Go Down on Me), dan Queen/Lisa Stansfield (Somebody to Love/These Are the Days of Our Lives). Akhirnya, di hari natal 2016 George Michael meninggal dunia, selamat jalan, RIP.

Diskografi George Michael:

  • Fantastic (1982) – bersama Wham!
  • Make It Big (1984) – bersama Wham!
  • The Final (1986) – bersama Wham!
  • Music from the Edge of Heaven (1986) – bersama Wham! (hanya beredar di Amerika Serikat dan Jepang)
  • Faith (1987)
  • 12″ Mixes (1988) – bersama Wham!
  • Listen Without Prejudice Volume 1 (1990)
  • Five Live (1993) – bersama Queen dan Lisa Stansfield
  • Older (1994)
  • The Best of Wham!: If You Were There… (1995) – bersama Wham!
  • Ladies & Gentlemen: The Best of George Michael (1998)
  • Songs from the Last Century (1999)
  • Patience (2004)
  • Twenty Five (2006)
  • Symphonica (2014)

Greg Lake Meninggal Dunia (RIP)

Setelah meninggalnya Keith Emerson di bulan Maret, kini rekan segrupnya dalam trio ELP, Greg Lake, menyusul pada tanggal 7 Desember 2016. Pemain bass dan vokalis ELP itu meninggal pada usia 69 tahun (dilahirkan 10 November 1947) akibat penyakit kanker yang dideritanya. Lake mulai dikenal saat bergabung dengan grup King Crimson di tahun 1968 bersama sahabatnya Robert Fripp. Selain sebagai vokalis dan pemain bass, Lake juga bertindak sebagai produser untuk album perdana King Crimson, In the Court of the Crimson King (1969). Saat melakukan tur, Lake bertemu Keith Emerson, pemain kibor grup The Nice yang menjadi band pembuka. Keluarnya Mike Giles membuat Lake mulai tidak betah di King Crimson, meskipun ia bertahan sampai rilis album kedua King Crimson, In the Wake of Poseidon (1970). Emerson dan Lake kemudian sepakat untuk membentuk band baru. Setelah mempertimbangkan drumer The Jimi Hendrix Experience Mitch Mitchell, mereka akhirnya merekrut Carl Palmer (Atomic Rooster, The Crazy World of Arthur Brown) dan menamakan grup mereka Emerson, Lake & Palmer. Trio ini dikenal karena style mereka yang didominasi permainan dan aksi panggung Keith Emerson. Namun, beberapa komposisi Lake yang cenderung minimalis dan akustik juga banyak dikenal hingga sekarang, seperti Lucky Man, C’est La Vie, From the Beginning, dan I Believe in Father Christmas. Emerson, Lake & Palmer bubar di tahun 1979 setelah rilis album Love Beach. Di tahun 1985 Lake sempat menggantikan posisi John Wetton di supergrup Asia (dengan Carl Palmer sebagai drumer). Di tahun yang sama, ia kembali bersama Keith Emerson dan drumer Cozy Powell membentuk Emerson, Lake, and Powell. Di tahun 1992, Emerson, Lake & Palmer bereuni dan merilis album Black Moon (1992) dan In the Hot Seat (1994) sebelum kembali bubar di tahun 1998. Emerson, Lake & Palmer melakukan tur terakhirnya di tahun 2010.